Lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur mulai memicu perubahan signifikan pada layanan maskapai. Salah satu maskapai besar di Amerika Serikat, Delta Air Lines, memutuskan untuk menghapus fasilitas camilan dan minuman gratis pada ratusan rute jarak pendek.
Kebijakan baru ini, sebagaimana dikutip dari Detik Travel, akan mulai diberlakukan pada 19 Mei 2026. Penghapusan layanan tersebut menyasar penerbangan dengan jarak tempuh di bawah 350 mil atau sekitar 563 kilometer.
Penumpang yang menempuh rute singkat nantinya tidak akan lagi menerima suguhan soda maupun makanan ringan tanpa biaya seperti biasanya. Beberapa rute domestik yang terkena dampak langsung kebijakan ini mencakup jalur Los Angeles–San Francisco, New York–Boston, Detroit–St Louis, hingga New York (JFK)–Memphis.
Meskipun ada pemangkasan pada rute pendek, Delta Air Lines justru menjanjikan peningkatan layanan untuk penerbangan jarak jauh. Penumpang pada rute 350 mil atau lebih akan mendapatkan pilihan menu makanan ringan dan minuman yang lebih bervariasi.
Perubahan ini tidak menyentuh penumpang di kabin premium Delta First yang tetap akan menikmati layanan lengkap. Juru bicara Delta menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk menyeragamkan standar layanan di seluruh jaringan penerbangan mereka.
Pihak maskapai merinci bahwa transisi ini memengaruhi sebagian kecil dari total operasional mereka. Dari rata-rata 5.500 penerbangan setiap harinya, sekitar 14 persen akan beralih ke layanan penuh, sementara 9 persen lainnya mengalami pengurangan fasilitas.
Secara riil, angka ini berarti lebih dari 700 penerbangan akan mendapatkan peningkatan menu, namun hampir 500 penerbangan lainnya harus kehilangan layanan snack gratis. Pihak manajemen memastikan bahwa awak kabin akan tetap bertugas optimal di setiap penerbangan.
"Bahkan pada sejumlah kecil penerbangan tanpa layanan minuman, awak kabin kami akan tetap hadir dan fokus melayani pelanggan," kata pihak Delta.Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons atas dinamika industri dan kondisi global. Selain membatasi layanan konsumsi, Delta sebelumnya juga telah merevisi struktur biaya tambahan bagi para penumpang.
Kenaikan Biaya Bagasi dan Dampak Harga Avtur
Sejak April 2026, maskapai ini telah menaikkan tarif bagasi terdaftar guna menjaga stabilitas bisnis. Biaya bagasi pertama kini dipatok sebesar 45 dollar AS, diikuti bagasi kedua senilai 55 dollar AS, dan bagasi ketiga yang mencapai 200 dollar AS.
Faktor utama di balik keputusan ini adalah lonjakan tajam biaya operasional, terutama sektor bahan bakar. Berdasarkan data Argus Media’s U.S. Jet Fuel Index, harga bahan bakar jet di kota-kota besar Amerika Serikat mengalami kenaikan drastis.
Harga yang sebelumnya berada di kisaran 2,50 dollar AS per galon melonjak menjadi sekitar 4,13 dollar AS per galon pada akhir pekan lalu. Tren ini juga memicu kenaikan harga tiket pesawat secara umum di pasar domestik maupun internasional.
Delta menyebut penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi bisnis di tengah perubahan kondisi global dan dinamika industri penerbangan. Para pengamat perjalanan menyarankan calon penumpang untuk memesan tiket lebih awal guna menghindari fluktuasi harga yang terus meningkat.