Pameran otomotif International Indonesia Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi dibuka untuk umum pada Selasa (26/5/2026) di Grand City Convex Surabaya guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkenalkan transisi energi hijau kepada masyarakat, seperti dilansir dari Otomotif.
Ajang tahunan yang berlangsung hingga 31 Mei 2026 ini menghadirkan puluhan merek kendaraan roda empat dan roda dua. Pengunjung dapat mengakses area pameran dengan tiket reguler seharga Rp10.000, sedangkan tiket Infinite Live dijual seharga Rp75.000 untuk satu hari dan Rp125.000 untuk dua hari akhir pekan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, membuka acara secara simbolis dan menyatakan bahwa pameran ini merupakan bagian penting bagi penguatan industri serta dunia usaha di Jawa Timur.
“Tentunya atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kepada seluruh penyelenggara, pelaku usaha, investor, komunitas otomotif, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan ajang strategis ini,” tutur Iwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Iwan menegaskan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem industri otomotif sekaligus memperluas pasar.
“Serta meningkatkan optimisme dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global,” imbuh Iwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Pihak penyelenggara mencatat skala pameran tahun ini lebih besar dari tahun lalu, dengan luas area mencapai 12.388 meter persegi dan keterlibatan 40 merek kendaraan.
“Industri otomotif menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian nasional dan Jawa Timur khususnya Surabaya. Hal itulah yang menjadi landasan bagi Dyandra Promosindo untuk menghadirkan kembali pameran Indonesia International Motor Show atau IIMS di Kota Surabaya,” ujar Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.
Penyelenggara berharap perluasan area dan penambahan waktu pelaksanaan ini mampu memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.