Kampung Wisata Segajih Kembangkan Edukasi Lingkungan Lewat Susur Sungai

Kampung Wisata Segajih Kembangkan Edukasi Lingkungan Lewat Susur Sungai

Kampung Wisata Segajih Live In di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, mengemas kegiatan susur Sungai Plaosan sebagai sarana edukasi ekosistem dan penguatan karakter bagi pelajar pada Jumat (15/5/2026). Aktivitas ini dirancang untuk menumbuhkan empati serta kesadaran lingkungan di tengah tren wisata hiburan.

Ketua Desa Wisata Hargotirto, Ali Subkhan, menjelaskan bahwa susur sungai telah menjadi daya tarik utama bagi instansi pendidikan yang berkunjung ke Padukuhan Segajih. Lokasi ini berjarak sekitar 30 menit dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

"Paket yang paling menjadi primadona masih susur sungai. Hampir semua sekolah yang berkunjung melakukan kegiatan itu," kata Ali melalui pesan, Jumat (15/5/2026).

Sungai Plaosan memiliki karakteristik aliran yang tenang dengan jajaran batu besar yang berasal dari hulu di kawasan Gunung Gajah menuju Waduk Sermo. Keamanan peserta menjadi prioritas karena debit air yang stabil pada kondisi cuaca normal.

"Batu-batu besarnya estetis, tetapi tidak menakutkan karena debit airnya tidak begitu besar," kata Ali.

Wisatawan menempuh rute sepanjang dua kilometer dari area bawah sungai menuju hulu di Jembatan Plaosan dengan durasi sekitar satu jam. Teknis perjalanan dari hilir ke hulu ini sengaja diterapkan untuk menguji ketahanan fisik dan solidaritas kelompok.

"Di sungai itu tidak boleh egois. Mereka harus membantu temannya untuk melewati batu-batu atau saat ada bagian sungai yang lebih dalam," kata Ali.

Selain aspek fisik, program ini mendukung kampanye kampung iklim (Proklim) yang sedang dikembangkan Desa Wisata Hargotirto. Para siswa diajarkan secara langsung mengenai pentingnya sanitasi air dan pelestarian habitat sungai agar terhindar dari tumpukan sampah.

"Ketika kita kenalkan dengan sungai ini, mereka jadi paham tentang ekosistem sungai dan bagaimana menjaga air tetap bersih," kata Ali.

Prosedur keselamatan dilakukan dengan menyiagakan satu pemandu untuk setiap sepuluh peserta, terutama di titik-titik sungai yang dalam. Peserta dari SMP Negeri 1 Pengasih yang mengikuti outing class turut mempraktikkan penggunaan tali pengaman saat memanjat bebatuan di sepanjang aliran air.

Kepala SMP Negeri 1 Pengasih, Sri Harini, menegaskan pentingnya pembelajaran di luar ruang untuk membentuk mentalitas siswa. Pendidikan karakter ini melengkapi capaian akademik yang diperoleh di sekolah.

"Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap alam sekitar dan mental yang kuat melalui kegiatan outbound seperti ini," kata Sri Harini dalam rilis tertulis Segajih Live in.

Artikel terkait

Rekomendasi