Efek Buruk Pakai BBM Oktan Rendah Terhadap Mesin Kendaraan

Efek Buruk Pakai BBM Oktan Rendah Terhadap Mesin Kendaraan

Pemilik kendaraan sering kali memilih bahan bakar dengan angka oktan atau RON yang lebih rendah dari anjuran pabrikan. Langkah ini biasanya diambil demi menekan biaya pengeluaran harian untuk pembelian BBM.

Namun, kebiasaan tersebut menyimpan risiko besar bagi kesehatan mesin kendaraan dalam jangka panjang. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengganggu proses pembakaran di dalam ruang mesin.

Dilansir dari Otomotif, dampak dari ketidaksesuaian oktan ini memang tidak selalu muncul secara instan. Meski begitu, performa kendaraan dipastikan akan menurun seiring berjalannya waktu akibat pembakaran yang tidak optimal.

Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa penggunaan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi merusak efisiensi mesin. Kondisi ini memicu peningkatan emisi gas buang secara signifikan.

"Pembakaran jadi tidak sempurna, sehingga kinerja mesin ikut menurun dan emisi gas buang juga meningkat," ujar Tri dikutip dari Otomotif pada Kamis (15/5/2026).

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali oleh pengendara adalah munculnya fenomena detonasi atau knocking. Di tengah masyarakat, gejala ini lebih populer dengan istilah suara mesin yang "ngelitik".

Risiko Kerusakan Komponen Vital

Knocking terjadi saat bahan bakar meledak sebelum waktunya karena tidak kuat menahan tekanan kompresi mesin. Hal ini menyebabkan tarikan kendaraan terasa lebih berat dan akselerasi menjadi tidak responsif lagi.

Selain membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, detonasi yang terjadi secara terus-menerus sangat berbahaya bagi komponen internal. Getaran dan tekanan yang tidak stabil dapat merusak bagian paling krusial di ruang bakar.

Tri Yuswidjajanto menambahkan bahwa intensitas detonasi yang tinggi berisiko menghancurkan komponen mesin secara permanen. Hal ini menjadi ancaman serius bagi kendaraan dengan rasio kompresi tinggi yang saat ini banyak beredar.

"Kalau intensitasnya tinggi dan terus dibiarkan, piston bahkan bisa sampai berlubang," kata dia.

Para pemilik mobil maupun motor modern sangat disarankan untuk tetap patuh pada rekomendasi oktan dari pabrikan. Penggunaan bahan bakar yang tepat memastikan proses pembakaran tetap optimal dan menjaga keamanan komponen internal mesin.

Artikel terkait

Rekomendasi