Fitur mode ECO pada mobil modern hanya mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar minyak sekitar 5 hingga 15 persen saat diaktifkan dalam berkendara sehari-hari di kawasan perkotaan yang padat. Tingkat penghematan tersebut sangat bergantung pada karakter pengemudi serta situasi jalanan yang dihadapi.
Efektivitas fitur penunjang efisiensi ini dipengaruhi oleh perubahan karakter kendaraan yang lebih mengutamakan penghematan energi daripada performa mesin, seperti dilansir dari Otomotif. Pemilik bengkel Iwan Motor Solo, Iwan, memberikan penjelasan mengenai batasan kemampuan dari teknologi bawaan mobil modern tersebut pada Kamis (21/5/2026).
"Mode ECO pada dasarnya membantu membuat konsumsi BBM lebih irit, tapi pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Umumnya bisa hemat sekitar 5 sampai 15 persen tergantung cara mengemudi dan kondisi jalan," ujar Iwan.
Sistem komputer kendaraan bekerja dengan menghaluskan respons injakan pedal gas dan mempercepat perpindahan gigi transmisi otomatis ke putaran mesin yang lebih rendah. Selain itu, beban kerja sistem pendingin kabin atau AC juga ikut dikurangi demi menekan konsumsi energi mesin.
"Pada beberapa mobil, suplai tenaga juga dibatasi sedikit supaya mesin tidak terlalu responsif," kata Iwan.
Optimalisasi fitur ini dinilai paling bekerja dengan baik ketika kendaraan menghadapi situasi kemacetan lalu lintas kota atau saat melaju dengan kecepatan konstan. Karakteristik penyaluran tenaga yang lambat membantu meminimalkan pemborosan bahan bakar yang tidak perlu.
"Dalam kota, macet, jalan santai itu cukup terasa lebih irit. Kecepatan stabil atau di tol juga lumayan membantu hemat BBM," katanya.
Sistem ini tidak direkomendasikan untuk aktif sepanjang waktu karena dapat memicu penurunan performa yang signifikan pada medan tertentu. Pengemudi akan merasakan mesin kehilangan tenaga saat melewati jalan menanjak, mengangkut beban berat, atau ketika harus bermanuver menyalip kendaraan lain.
"Kalau jalan menanjak, muatan berat, atau sering nyalip itu kurang cocok karena tenaga terasa ngempos," kata Iwan.
Gaya berkendara dari pengemudi itu sendiri tetap menjadi kunci utama yang menentukan tingkat keiritan konsumsi bahan bakar sebuah kendaraan. Pengaktifan mode hemat tidak akan membawa pengaruh besar apabila pengendara masih sering mengoperasikan pedal gas secara agresif.
"Kalau sering injak gas dalam-dalam, mode ECO juga tidak banyak membantu," ucapnya.
Fungsi utama dari teknologi ini lebih tepat diposisikan sebagai sistem pendukung untuk memodifikasi karakter mobil agar menjadi lebih efisien. Faktor eksternal seperti kondisi mesin, tekanan angin pada ban, dan situasi kemacetan jalan raya memegang pengaruh yang jauh lebih besar.
"Mode ECO membantu efisiensi BBM, tapi sifatnya lebih sebagai tambahan agar karakter mobil lebih hemat. Pengaruhnya tetap kalah besar dibanding cara mengemudi, tekanan ban yang tepat, kondisi mesin yang prima dan kemacetan jalan," kata Iwan.