Kinerja ekspor otomotif Indonesia pada April 2026 menunjukkan daya tahan yang kuat meskipun pasar global sedang mengalami perlambatan. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terdapat dinamika yang kontras antara segmen kendaraan utuh dan terurai.
Pengiriman mobil secara utuh atau completely built up (CBU) pada awal kuartal II/2026 tercatat mencapai 36.207 unit. Dikutip dari Otomotif, angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,8 persen jika dibandingkan dengan pencapaian Maret 2026 yang menembus 36.867 unit.
Meskipun mengalami penurunan bulanan, realisasi ekspor mobil utuh secara tahunan (year on year) masih mencatatkan pertumbuhan. Capaian April 2026 tetap lebih tinggi 4,7 persen dibandingkan periode April 2025 yang berada di level 34.591 unit.
Sektor kendaraan terurai atau completely knocked down (CKD) justru membukukan hasil yang jauh lebih positif. Sepanjang April 2026, total pengiriman ekspor CKD menyentuh 6.819 set unit, melesat 35,4 persen dibandingkan Maret 2026 yang hanya 5.038 set unit.
Peningkatan signifikan juga terlihat dari perbandingan tahunan untuk segmen CKD ini. Ekspor kendaraan terurai tumbuh 15 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.924 set unit.
Di sisi lain, ekspor komponen otomotif tercatat mencapai 10.328.460 pis pada April 2026. Nilai ini mengalami koreksi cukup dalam sebesar 33,9 persen dari perolehan Maret 2026 yang sempat menyentuh angka 15.629.731 pis.
Walaupun terkoreksi secara bulanan, performa ekspor komponen masih tumbuh 18,4 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada April 2025, pengiriman komponen otomotif Indonesia berada di level 8.723.878 pis.
Toyota masih mengukuhkan posisinya sebagai kontributor utama dalam pengiriman mobil utuh ke luar negeri. Pabrikan ini mencatatkan total ekspor CBU sebanyak 12.736 unit selama periode April 2026.
Peringkat kedua ditempati oleh Daihatsu dengan total pengiriman sebanyak 9.652 unit, disusul oleh Mitsubishi Motors yang mengekspor 7.345 unit. Posisi berikutnya diisi oleh Hyundai dengan raihan 3.727 unit mobil utuh.
Sejumlah produsen lain juga turut memberikan kontribusi, di antaranya Honda dengan 1.056 unit dan Suzuki sebanyak 1.045 unit. Isuzu mengirimkan 477 unit, sementara Wuling dan Hino masing-masing mencatatkan 118 unit dan 51 unit.
Rincian Ekspor CKD dan Komponen
Pada segmen kendaraan terurai (CKD), Mitsubishi Motors memegang kendali pasar dengan total pengiriman 4.528 set unit. Suzuki mengikuti di urutan kedua dengan catatan ekspor sebanyak 1.212 set unit.
Hyundai menempati posisi ketiga pada segmen CKD dengan 960 set unit, sementara Wuling tercatat mengirimkan 119 set unit. Distribusi kekuatan produsen pada segmen ini menunjukkan spesialisasi pengiriman ke pasar mancanegara yang berbeda-beda.
Untuk sektor komponen, Honda menjadi penyumbang volume terbesar dengan total ekspor mencapai 9.099.347 pis. Suzuki menyusul dengan pengiriman 1.122.510 pis komponen ke pasar internasional.
Toyota mengisi peringkat ketiga pengirim komponen terbanyak dengan total 99.831 pis. Selain ketiga merek tersebut, Hyundai mencatatkan ekspor 3.796 pis komponen dan Hino menyumbang sebanyak 2.976 pis.
| Peringkat | Produsen Otomotif | Volume (Unit) |
|---|---|---|
| Toyota | 12.736 | Daihatsu |
| 9.652 | Mitsubishi Motors | 7.345 |
| Hyundai | 3.727 | Honda |
| 1.056 | Suzuki | 1.045 |
| Isuzu | 477 | Wuling |
| 118 | Hino | 51 |
| No | Pabrikan | Volume (Set Unit) |
|---|---|---|
| 1 | Mitsubishi Motors | 4.528 |
| 2 | Suzuki | 1.212 |
| 3 | Hyundai | 960 |
| 4 | Wuling | 119 |