Empat Krisis Penerbangan Ancam Sektor Pariwisata Portugal

Empat Krisis Penerbangan Ancam Sektor Pariwisata Portugal

Sektor penerbangan Portugal menghadapi empat krisis simultan menjelang puncak musim panas pada Sabtu, 30 Mei 2026, yang berpotensi mengancam pendapatan pariwisata negara sebesar 21,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Krisis pertama dipicu oleh penumpukan di kontrol perbatasan Entry/Exit System (EES) di Bandara Lisboa dan Porto yang memicu waktu tunggu hingga 130 menit. Selain itu, Bandara Humberto Delgado di Lisboa telah menolak 12 persen permintaan slot penerbangan musim panas, sementara maskapai TAP sedang dalam proses privatisasi yang belum menentu.

Krisis keempat muncul setelah Sindicato Nacional do Pessoal de Voo da Aviação Civil menyetujui aksi mogok massal untuk tanggal 3 Juni 2026. Langkah ini mengancam pembatalan lebih dari 500 penerbangan di sejumlah maskapai seperti TAP, Portugália, SATA, easyJet, dan Ryanair.

Jurnalis internasional Clarissa Ward sempat mengunggah video kondisi di Aeroporto Humberto Delgado yang menunjukkan antrean sepanjang ratusan meter.

"caos" kata Clarissa Ward, Koresponden Chefe Internasional CNN.

Melalui akun media sosialnya, ia menyatakan harus menunggu selama dua jam di bagian kontrol biometrik EES hingga akhirnya tertinggal pesawat.

"completamente partido" tambah Clarissa Ward saat mendeskripsikan rusaknya sistem tersebut.

Di sisi lain, Sindicato dos Pilotos da Aviação Civil (SPAC) memilih untuk tidak bergabung dalam aksi mogok massal tersebut demi menjaga stabilitas industri.

"não parece ter o timing mais adequado" ujar Presiden SPAC memaparkan alasan keputusan tersebut.

Berdasarkan data WTTC dan Oxford Economics, sektor pariwisata menyumbang 62,7 miliar euro per tahun bagi Portugal, di mana pendapatan puncak pada bulan Juli dan Agustus dapat mencapai 4,5 miliar euro per bulan.

Artikel terkait

Rekomendasi