Mengatur pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) kini menjadi prioritas bagi banyak pemilik mobil untuk menekan biaya operasional harian. Namun, di tengah maraknya informasi, banyak pengendara terjebak pada kebiasaan lama yang dianggap bisa menghemat bensin.
Memahami perbedaan antara fakta teknis dan mitos sangat penting agar upaya penghematan efektif serta tidak merusak mesin, seperti dilansir dari Suara. Beberapa kebiasaan yang sering dianggap menghemat bensin ternyata hanya mitos belaka.
Mitos pertama yang sangat populer adalah menggoyang-goyangkan mobil saat mengisi bensin agar tangki lebih padat. Secara ilmiah, bensin adalah benda cair yang otomatis mengisi setiap celah kosong di wadahnya, sehingga tindakan tersebut tidak berguna.
Mengisi bensin hingga luber atau tumpah juga merupakan kesalahan. Mobil modern sudah dilengkapi dengan vapor recovery system yang mendeteksi kelebihan kapasitas, sehingga mengisi hingga tumpah justru membuat BBM terbuang sia-sia.
Banyak juga yang percaya bahwa mengisi bensin di malam hari atau subuh saat suhu dingin membuat bensin lebih kental dan volumenya lebih banyak. Faktanya, tangki penyimpanan SPBU terletak jauh di bawah tanah dengan suhu yang sangat stabil, sehingga volume bensin tetap sama.
Durasi Memanaskan Mesin dan Penggunaan AC
Memanaskan mobil terlalu lama sebelum berangkat juga tidak lagi relevan bagi mesin modern. Mesin injeksi saat ini hanya butuh waktu 30 hingga 60 detik saja agar oli bersirkulasi sempurna.
Membiarkan mesin idle lebih dari 5 menit justru membuang bensin tanpa ada jarak yang ditempuh. Terkait pendingin kabin, penggunaan AC memang bisa meningkatkan konsumsi bensin sekitar 5 persen hingga 20 persen.
Namun, membuka jendela saat melaju kencang di atas kecepatan 60-80 km/jam justru lebih boros daripada menyalakan AC. Hal ini dikarenakan hambatan angin atau drag meningkat secara eksponensial, sehingga mesin butuh tenaga ekstra besar untuk melawan angin.
Trik Nyata Efisiensi Bahan Bakar
Trik nyata yang terbukti efektif adalah mematikan mesin saat berhenti lebih dari satu menit, misalnya di lampu merah yang memiliki penghitung waktu mundur. Kebiasaan membiarkan mesin idle selama satu jam setara dengan membuang hampir satu liter bensin.
Beban kendaraan juga memengaruhi konsumsi bahan bakar. Setiap tambahan beban sebesar 50 kg dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga 2 persen, sehingga membersihkan bagasi dari barang tidak diperlukan menjadi cara termudah mengurangi bobot.
Pemilihan nilai oktan juga berpengaruh besar pada efisiensi. Menggunakan BBM dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan memastikan pembakaran sempurna dan mencegah engine knocking, yang membuat konsumsi bensin lebih hemat dalam jangka panjang.
Tekanan Angin Ban dan Gaya Berkendara
Pemilik mobil disarankan untuk selalu mengecek tekanan angin ban. Ban yang kurang tekanan 3 psi saja sudah bisa membuat mobil lebih boros 3 persen hingga 5 persen karena meningkatnya rolling resistance.
Kunci terakhir dari penghematan bensin adalah gaya berkendara atau eco driving. Menjaga putaran mesin di rentang 1.500 hingga 2.500 RPM dan menghindari akselerasi mendadak dapat menghemat bensin hingga 15 persen.
Mengemudi secara halus dan memanfaatkan momentum kendaraan jauh lebih efisien daripada gaya mengemudi agresif yang memaksa ECU menyemprotkan lebih banyak bahan bakar ke ruang bakar.