Hutan tropis Yucatan di Meksiko menyimpan keajaiban alam berupa surga bawah tanah yang memukau. Fenomena unik di Cenote Angelita ini sering dikaitkan dengan pesan dalam kitab suci Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Furqan ayat 53.
Objek wisata yang terletak di kawasan Tulum ini dilansir dari Detikcom, tampak seperti kolam alami yang tenang dengan air jernih jika dilihat dari permukaan. Namun, pemandangan luar biasa baru akan terlihat saat penyelam mencapai kedalaman tertentu.
Saat menyelam hingga kedalaman sekitar 30 meter, terlihat sebuah lapisan yang menyerupai aliran sungai di dalam air. Fenomena ini terbentuk dari tumpukan hidrogen sulfida yang tampak seperti kabut setebal 3 meter.
Lapisan kabut tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam yang ingin melintasinya. Selain kabut hidrogen sulfida, penyelam juga akan menemui fenomena halocline yang membuat air terlihat berkilau atau bergetar.
Berdasarkan Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Volume 4 Nomor 2 yang terbit pada Agustus 2025, halocline di Cenote Angelita merupakan batas antara air tawar dan air asin. Fenomena ini menciptakan ilusi sungai bawah laut yang menakjubkan.
Kaitan Fenomena Alam dengan Al-Qur'an
Keajaiban alam di Meksiko ini sering direfleksikan melalui ayat suci Al-Qur'an. Berikut adalah lafadz Surah Al-Furqan Ayat 53 yang menjelaskan tentang pertemuan dua jenis air:
وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا
Wa huwal-lażī marajal-baḥraini hāżā 'ażbun furātuw wa hāżā milḥun ujāj(un), wa ja'ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjūrā(n).
Artinya: "Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus."
Tafsir Mengenai Batas Dua Jenis Air
Tafsir ringkas dari Kementerian Agama (Kemenag) RI menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan kekuasaan Allah SWT agar manusia merenungi alam semesta. Ayat ini menggambarkan dua massa air yang mengalir berdampingan tanpa bercampur sepenuhnya.
Satu bagian merupakan air tawar yang segar untuk dikonsumsi, sementara bagian lainnya adalah air asin yang pahit namun bermanfaat bagi ekosistem laut. Antara keduanya terdapat dinding lentur yang menjaga agar sifat masing-masing air tetap terjaga.
Keberadaan dinding atau pembatas ini mencegah kedua jenis air tersebut menyatu secara instan. Fenomena di Cenote Angelita menjadi bukti nyata bagaimana hukum alam bekerja sesuai dengan apa yang telah diuraikan dalam teks keagamaan.