FIFA Lepas Reservasi Kamar Hotel di Toronto Jelang Piala Dunia 2026

FIFA Lepas Reservasi Kamar Hotel di Toronto Jelang Piala Dunia 2026

Harapan suporter untuk mendapatkan harga hotel yang lebih terjangkau di Toronto, Kanada, saat gelaran Piala Dunia 2026 mendatang mulai memudar.

Kondisi ini terjadi meski FIFA telah membatalkan sebagian besar reservasi kamar yang sebelumnya sempat dikunci untuk kebutuhan ofisial dan tamu turnamen.

Dilansir dari Detik Travel, FIFA awalnya memesan kamar dalam jumlah besar untuk pemain, sponsor, serta tamu resmi lainnya sehingga membatasi ketersediaan bagi publik.

Setelah sebagian reservasi tersebut dilepas kembali ke pasar, tambahan pasokan kamar ini secara teori diharapkan mampu menekan lonjakan harga yang gila-gilaan.

Namun, tingginya permintaan dari jutaan suporter dan wisatawan dunia yang ingin hadir langsung membuat hotel-hotel di Toronto tetap mempertahankan tarif tinggi.

Presiden Greater Toronto Hotel Association, Sara Anghel, menyatakan bahwa situasi ketatnya akomodasi ini tidak hanya terjadi di Toronto saja.

"Ini memang bukan situasi ideal dan terjadi di banyak kota penyelenggara FIFA," kata Sara seperti dikutip CBC News, Rabu (13/5/2026).

Sebelumnya, FIFA juga telah melakukan langkah serupa di Vancouver dengan melepas sekitar 15 ribu reservasi hotel untuk periode 11 Juni hingga 19 Juli.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian teknis akomodasi menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Profesor dari Toronto Metropolitan University, Wayne Smith, menilai pembatalan pemesanan dalam skala besar adalah prosedur lazim dalam ajang internasional.

Pihak penyelenggara biasanya mengamankan kuota maksimal sejak awal, lalu melakukan penyesuaian ketersediaan saat mendekati hari pelaksanaan pertandingan.

Smith menambahkan bahwa fluktuasi harga hotel saat ini masih sangat dinamis dan dipengaruhi oleh faktor lokasi serta kelas properti masing-masing.

"Anda mungkin harus memesan cepat atau menunggu sampai menit terakhir. Tapi kalau terlalu lama, risikonya harga bisa jauh lebih mahal," kata Wayne Smith.

Di sisi lain, biaya perjalanan yang membengkak mulai dirasakan sebagai beban berat oleh kelompok suporter sepak bola.

Pentolan kelompok suporter The Voyageurs, Rob Notenboom, mengaku lebih memilih menyewa akomodasi alternatif seperti Airbnb karena tarif hotel yang selangit.

"Kalau semuanya dijumlahkan, dari tiket sampai hotel, jadi sulit dijangkau," kata Rob Notenboom.

Permintaan akomodasi di Toronto tercatat meningkat 28 persen dibandingkan periode tahun lalu, diperkuat oleh agenda besar lain seperti parade Pride.

Pemerintah Kota Toronto dan pihak FIFA hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pasti kamar yang dikembalikan ke pasar umum.

Artikel terkait

Rekomendasi