Sejumlah mobil baru kini telah dilengkapi dengan indikator eco yang terletak pada bagian panel instrumen speedometer. Dilansir dari Otomotif, komponen ini kerap disalahpahami oleh para pemilik kendaraan yang belum mengerti fungsi utamanya.
Fitur indikator eco memiliki karakteristik yang berbeda dengan eco mode yang umumnya tertanam pada mobil-mobil modern dengan pilihan mode berkendara. Perbedaan mendasar terletak pada sistem pengoperasiannya di dalam kabin.
Indikator eco bekerja secara otomatis sewaktu mobil sedang dikendarai. Fitur ini tidak perlu diaktifkan secara manual oleh pengemudi melalui tombol khusus layaknya pengoperasian eco mode.
Hampir setiap jenis mobil modern memiliki indikator eco ini, termasuk kendaraan di segmen low cost green car atau LCGC. Hal tersebut berbeda dengan fitur eco mode yang biasanya baru tersedia pada mobil dengan harga di atas Rp 250 jutaan.
Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan bahwa mekanisme kerja indikator eco dipicu langsung oleh gaya berkendara sang pengemudi.
"(Indikator eco) bukan mode berkendara, namun sebagai acuan untuk pengemudi saat menginjak gas agar berkendara secara efisien," ujar Didi kepada Kompas.com.
Visualisasi atau tampilan indikator eco ini bervariasi pada setiap jenis mobil. Beberapa pabrikan menyematkan lambang menyerupai daun, tulisan "eco", atau berupa garis speedometer digital yang memancarkan warna hijau.
Didi Ahadi menerangkan lebih lanjut bahwa aktif atau menyalanya indikator eco sangat bergantung pada cara seseorang mengemudikan kendaraannya. Saat pedal gas ditekan terlalu dalam, lampu indikator tersebut tidak akan aktif.
"Misalnya, kita injak pedal gas terlalu dalam. Indikator eco enggak menyala. Namun, pada saat kita angkat sedikit pedalnya, indikator akan menyala," ujar Didi.
Selain itu, operasional indikator eco sama sekali tidak dipengaruhi oleh tingkat kecepatan mobil. Sistem Electronic Control Unit atau ECU yang akan membaca dan menentukan tingkat efisiensi dari gaya berkendara tersebut.
Lampu indikator akan otomatis menyala sewaktu ECU mendeteksi cara mengemudi yang efisien. Salah satu contoh kondisi ini adalah ketika kendaraan melaju secara konstan pada kecepatan tertentu.