Tren perjalanan gaya backpacker menjadi aktivitas yang sangat diminati oleh generasi muda saat ini. Namun, sejarah mencatat bahwa konsep berpetualang hanya dengan tas punggung sudah dimulai sejak ratusan tahun silam.
Istilah backpacker merujuk pada subkultur pelancong yang membawa seluruh perlengkapan mereka dalam satu ransel. Para petualang ini biasanya mencari lokasi terpencil dan meminimalisir biaya perjalanan agar bisa berkelana lebih lama.
Sosok yang diakui sebagai backpacker pertama di dunia adalah Giovanni Francesco Gemelli Careri. Dilansir dari Detik Travel, pria asal Italia ini memulai perjalanannya dengan ransel pada abad ke-17.
Giovanni Francesco Gemelli Careri awalnya merupakan seorang pengacara. Pada tahun 1693, ia memutuskan untuk meninggalkan karier hukumnya demi menjelajahi dunia selama lima tahun dengan caranya sendiri.
Ia melakukan perjalanan secara mandiri tanpa dukungan sponsor atau pembiayaan dari pihak lain. Hal ini dianggap sangat tidak lazim pada masanya, mengingat perjalanan lintas benua saat itu biasanya dilakukan untuk misi perdagangan, diplomatik, atau keagamaan.
Selama petualangannya, Giovanni hanya mengandalkan sebuah tas punggung dengan dua tali bahu untuk membawa barang-barangnya. Keberaniannya menjadikan ia sebagai orang biasa pertama yang berani menjelajah di luar Eropa dengan peralatan sederhana.
Rute Perjalanan dan Catatan Dunia
Dalam kurun waktu lima tahun, Giovanni mengunjungi berbagai wilayah mulai dari Turki, Persia, India, hingga Cina. Ia juga sempat menginjakkan kaki di Filipina dan Meksiko sebelum kembali ke Eropa.
Giovanni menumpang kapal Galleon Spanyol menuju Cadiz dan melanjutkan perjalanan darat menuju Napoli. Setelah sampai di kampung halamannya pada 1699, ia mengabdikan waktunya untuk mendokumentasikan seluruh pengalamannya.
Catatan tersebut diterbitkan dalam enam jilid buku yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul "Voyage Around the World". Di Prancis, buku ini dikenal dengan judul "Voyage du Tour du Monde" yang terbit tahun 1719.
Meskipun sempat muncul keraguan dari publik mengenai kebenaran perjalanannya, catatan Giovanni tetap dianggap sebagai data autentik mengenai kehidupan global pada dekade 1690-an. Karya ini bahkan menjadi inspirasi bagi Jules Verne dalam menulis novel legendaris berjudul "Around the World in Eighty Days".