Haka Auto Pasok Dua Puluh Persen Penjualan BYD di Indonesia

Haka Auto Pasok Dua Puluh Persen Penjualan BYD di Indonesia

Jaringan diler Haka Auto sukses menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan kendaraan listrik BYD di Indonesia seiring ekspansi agresif yang dilakukan oleh kemitraan tersebut di Jakarta pada Senin (25/5/2026).

Pencapaian ini menempatkan Haka Auto sebagai grup diler terbesar kedua BYD di Indonesia sekaligus memperkuat penetrasi pasar kendaraan listrik nasional. Dilansir dari Otomotif, merek asal China tersebut bahkan telah mendominasi pasar EV domestik dengan pangsa pasar melampaui 57 persen pada akhir tahun 2025.

CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin mendedahkan bahwa besaran kontribusi penjualan tersebut juga dipengaruhi oleh model premium yang mereka pasarkan.

“Untuk secara umum (kontribusi penjualan di BYD) sekitar 20 persen, Denza sedikit lebih besar sekitar 25 persen,” ujar Hariyadi, CEO Haka Auto.

Menurut penjelasan manajemen, performa penjualan yang tinggi ini berjalan beriringan dengan langkah perusahaan yang terus menambah jumlah cabang baru di berbagai wilayah.

“Karena memang di BYD kan memang kontribusi itu tergantung juga jumlah cabang yang kami sudah buka,” ucap Hariyadi, CEO Haka Auto.

Haka Auto saat ini terus menggenjot pembangunan infrastruktur diler demi mendukung target distribusi BYD yang secara akumulatif telah mengedarkan sekitar 90.000 unit kendaraan di jalanan Indonesia hingga Mei 2026.

“BYD sekarang sudah beroperasi 20 cabang. Sampai Juli 2026 harusnya sudah tembus 30-an cabang. Denza total sudah 4 cabang,” kata Hariyadi, CEO Haka Auto.

Langkah penambahan jaringan diler ini difokuskan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat, memfasilitasi layanan purnajual, serta menyediakan sarana pengisian daya bertenaga listrik.

Artikel terkait

Rekomendasi