Perang Global dan Cuaca Ekstrem Hambat Proyek Wisata Air Kalimalang

Perang Global dan Cuaca Ekstrem Hambat Proyek Wisata Air Kalimalang

Pembangunan proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi mengalami keterlambatan akibat dampak perang global dan cuaca ekstrem pada Maret serta April lalu. Kondisi tersebut membuat target penyelesaian fasilitas yang awalnya direncanakan rampung pada Mei 2026 terpaksa diundur, seperti dilansir dari Megapolitan pada Selasa (19/5/2026).

Hambatan tersebut membuat pengerjaan proyek Wisata Air Kalimalang tidak berjalan maksimal. Pasokan bahan baku utama yang didatangkan dari China mengalami kenaikan harga dan keterlambatan pengiriman akibat situasi geopolitik dunia.

“Ini bukan sekadar dampak perang global, tapi juga cuacanya cukup ekstrem di bulan Maret dan April lalu sehingga pengerjaannya tidak bisa maksimal,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Sejumlah fasilitas wisata di kawasan tersebut belum bisa diselesaikan tepat waktu sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan oleh pihak pengembang.

“Ini kenapa sampai hari ini yang target awalnya di bulan Mei itu belum terealisasi,” kata David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Rencana pembukaan secara resmi atau grand opening objek wisata baru ini terpaksa dijadwalkan ulang akibat kendala operasional di lapangan.

“Kemungkinan Agustus baru akan rampung,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Meski demikian, pengerjaan sejumlah fasilitas utama tetap berjalan di sepanjang Kalimalang, Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan. Berdasarkan pantauan, deretan kontainer warna-warni untuk pelaku UMKM dan kuliner sudah terpasang di bawah Tol Becakayu, lengkap dengan dua jembatan melengkung yang estetik.

Proyek ini nantinya akan dilengkapi dengan atraksi lampu hias, area kuliner, panggung musik langsung, hingga kapal wisata. David menjelaskan bahwa pendanaan fasilitas utama ini sepenuhnya mengandalkan sektor swasta dengan total nilai mencapai sekitar Rp 30 miliar.

“Ini non-APBD dan non-APBN. Jadi murni dari investor dan sponsorship,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Pihak pengelola juga mengantisipasi potensi kemacetan dengan melakukan kajian bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Pengunjung dilarang parkir di tepi jalan dan diarahkan ke kantong parkir Metropolitan Mall serta Grand Metropolitan yang akan terhubung melalui jembatan penyeberangan orang.

“Sebelum ini tentu sudah ada kajian bersama Dishub dan Satpol PP. Kami pastikan nanti tidak ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan Kalimalang,” ujar David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Fasilitas parkir di pusat perbelanjaan sekitar dipastikan aman karena sudah terikat kerja sama resmi untuk mendukung operasional kawasan wisata.

“Parkiran sudah disiapkan di mal yang sudah kerja sama dengan kami. Jadi nanti pengunjung bisa langsung lewat JPO menuju lokasi wisata,” kata David Rahardja, Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi memproyeksikan kawasan Kalimalang sebagai ruang publik baru yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalimalang ini harus menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi.

Secara keseluruhan, kebutuhan total anggaran proyek ini mencapai Rp 123 milar yang bersumber dari CSR sebesar Rp 33 miliar, APBD Kota Bekasi Rp 30 milar, dan APBD Provinsi Jawa Barat Rp 60 miliar. Saat ini, pekerjaan dari dana CSR telah berjalan, sedangkan sisa anggaran lainnya masih dalam proses lelang dan koordinasi.

Artikel terkait

Rekomendasi