Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel nonsubsidi terpantau masih berlanjut pada Sabtu (9/5/2026) dengan harga Dexlite menyentuh Rp 26.000 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp 27.900 per liter. Dilansir dari Otomotif, situasi ini memicu para pemilik mobil diesel untuk mencari strategi penghematan konsumsi bahan bakar harian.
Tren kenaikan ini bahkan terlihat lebih signifikan pada SPBU swasta yang sempat mematok harga BBM diesel premium hingga Rp 30.890 per liter. Kondisi pasar tersebut berdampak langsung pada biaya operasional perjalanan jarak jauh bagi pengguna kendaraan bermesin pemantik kompresi tersebut.
Pemilik Provis Autolab, Jasin Stefanus menjelaskan bahwa perilaku pengemudi menjadi variabel krusial dalam menentukan tingkat keiritan solar. Penyesuaian teknik mengemudi diperlukan karena karakter mesin diesel modern sudah menghasilkan kekuatan putaran mesin yang optimal sejak awal.
“Biasanya perlu adaptasi cara mengendarai karena torsinya sudah besar di rpm rendah dan bukaan gas tidak perlu banyak,” kata Jasin kepada Kompas.com, Sabtu (9/5/2026).
Pemanfaatan torsi besar pada putaran bawah dianggap sudah cukup untuk menggerakkan kendaraan tanpa perlu menekan pedal gas secara agresif. Jasin menambahkan bahwa langkah peningkatan efisiensi juga bisa dicapai melalui optimalisasi sistem kendaraan atau tuning upgrade system solution (TUSS).
“Kalau sudah dapat torsinya di bawah, sebenarnya mobil sudah enak dipakai jalan tanpa harus injak pedal terlalu dalam,” ujarnya.
Selain aspek operasional, faktor teknis seperti kondisi pelumas turut memegang peranan penting terhadap efisiensi energi. Jasin menceritakan temuan pada unit Toyota Fortuner diesel yang mengalami pemborosan solar akibat kesalahan teknis pada pemeliharaan rutin.
Evaluasi teknis menunjukkan bahwa volume oli transmisi yang melebihi kapasitas standar dapat membebani kinerja mesin dan mengganggu konsistensi performa. Pemeriksaan berkala pada seluruh komponen pendukung, di luar sektor mesin utama, menjadi rekomendasi utama bagi pemilik kendaraan untuk menjaga efisiensi solar.