Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memicu penurunan tren permintaan kendaraan bermesin diesel bekas di pasar lelang JBA Indonesia pada Selasa (26/5/2026).
Situasi tersebut membuat para calon konsumen kini bertindak lebih selektif dan memperhitungkan kembali biaya operasional sebelum melakukan pembelian unit, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Penurunan minat terhadap kendaraan penenggak solar nonsubsidi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen pengelola balai lelang yang merasakan dampak langsung perubahan preferensi pasar.
“Permintaan kendaraan bekas berbahan bakar diesel di balai lelang JBA Indonesia menunjukkan adanya tren penurunan di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi,” kata Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia.
Kondisi pasar saat ini dinilai masih dapat bertahan karena ditopang oleh segmen kendaraan operasional yang mengutamakan aspek efisiensi serta ketahanan mesin untuk keperluan kerja keras.
“Untuk penjualan kendaraan berbahan bakar diesel sendiri, kestabilan penjualannya masih dipertahankan oleh kendaraan operasional seperti SUV diesel, kendaraan niaga, dan pikap,” ucap Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia.
Berdasarkan data internal perusahaan, angka sumbangsih dari penjualan mobil diesel bekas terpantau belum mengalami pergeseran yang drastis jika dibandingkan dengan catatan pada tahun lalu.
“Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi kendaraan bekas berbahan bakar diesel terhadap total mobil terjual masih berada di kisaran sekitar 12 persen,” ujar Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia.
Berbeda terbalik dengan lesunya peminat solar, unit kendaraan bermesin bensin justru dilaporkan masih mendominasi perputaran pasar sekunder otomotif secara signifikan pascanaiknya harga Pertamina Dex dan Dexlite.
“Di sisi lain, kendaraan berbahan bakar bensin masih mendominasi penjualan mobil di JBA Indonesia dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total unit terjual, sementara sisanya berasal dari kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hibrida,” kata Johan Wijaya, Marketing & Sales Division JBA Indonesia.
Meskipun demikian, model populer seperti Toyota Innova Reborn dan Fortuner dilaporkan tetap diburu konsumen karena reputasi ketangguhannya, meski tekanan terhadap harga jual kembali mobil diesel bekas mulai terjadi.