Harga BBM Pertamina dan Swasta 25 Mei 2026 Bertahan Stabil

Harga BBM Pertamina dan Swasta 25 Mei 2026 Bertahan Stabil

Pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia terpantau belum mengalami perubahan menjelang akhir bulan ini. Kondisi pasar energi global yang belum stabil serta fluktuasi minyak mentah dunia masih menjadi faktor utama penentu kebijakan tarif, terutama untuk jenis non-subsidi.

Dilansir dari Moladin, tarif bahan bakar yang ditawarkan oleh Pertamina, Shell, BP, dan Vivo masih bertahan di level yang sama dengan awal bulan. Penyesuaian harga sebelumnya sempat terjadi pada beberapa produk, khususnya varian solar non-subsidi.

Di sisi lain, persaingan di segmen diesel premium kembali meningkat setelah Shell mengaktifkan kembali penyaluran produk hilirnya yang sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal tahun. Kendati demikian, secara umum harga pasar produk diesel masih cenderung tinggi mengikuti tren energi internasional.

Pertamina mempertahankan tarif operasional untuk seluruh lini produknya di wilayah Jawa. Sektor bahan bakar bermesin diesel nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex mencatatkan nominal paling tinggi dibandingkan kelompok bensin.

Daftar Tarif BBM Pertamina per 25 Mei 2026 Wilayah Jawa
Jenis Bahan BakarKategoriHarga per Liter
Pertalite (RON 90)Bensin SubsidiRp10.000
Biosolar (CN 48)Diesel SubsidiRp6.800
Pertamax (RON 92)Bensin Non-SubsidiRp12.300
Pertamax Green 95 (RON 95)Bensin Non-SubsidiRp12.900
Pertamax Turbo (RON 98)Bensin Non-SubsidiRp19.900
Dexlite (CN 51)Diesel Non-SubsidiRp26.000
Pertamina Dex (CN 53)Diesel Non-SubsidiRp27.900

Kondisi ini membuat dampak pergerakan harga lebih banyak dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermesin diesel, terutama untuk operasional dan perjalanan jarak jauh. Sementara itu, varian bensin seperti Pertamax dan Pertamax Green masih menunjukkan tren yang stabil tanpa adanya lonjakan besar.

Perbandingan Harga di SPBU Swasta

Jaringan stasiun pengisian bahan bakar swasta seperti BP, Shell, dan Vivo bergerak dalam pola harga yang relatif sejalan. Seluruh penyesuaian yang dilakukan pada awal bulan masih dipertahankan hingga periode paruh kedua ini.

Untuk SPBU BP, perusahaan menetapkan harga premium pada seluruh produknya. Varian BP Ultimate dipasarkan dengan harga Rp12.930 per liter, diikuti oleh BP 92 seharga Rp12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel yang menyentuh angka Rp29.890 per liter.

Sementara itu, Shell yang kembali aktif menyalurkan bahan bakar diesel menetapkan tarif V-Power Diesel sebesar Rp30.890 per liter sejak 9 Mei 2026. Kehadiran varian ini menjadi opsi baru di tengah tingginya harga pasar bahan bakar diesel premium.

Penyedia jepang lainnya, Vivo, juga memberlakukan kebijakan harga serupa yang belum berubah sejak awal bulan. Produk Revvo 92 dijual seharga Rp12.390 per liter, sedangkan untuk varian Diesel Primus dipatok pada angka Rp30.890 per liter.

Rincian Harga Pertamina di Berbagai Wilayah

Penerapan tarif resmi dari Pertamina juga disesuaikan dengan wilayah distribusi masing-masing daerah di luar Pulau Jawa. Biaya distribusi logistik internasional dan domestik turut memengaruhi perbedaan harga eceran tersebut.

Di wilayah Sumatera dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo berada pada angka Rp20.350 per liter, Pertamax sebesar Rp12.600 per liter, dan Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Untuk lini diesel, Pertamina Dex dijual Rp28.500 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, serta Biosolar Rp6.800 per liter.

Pada area distribusi lain di Sumatera, tercatat harga Pertamax sebesar Rp11.550 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp24.400 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter. Terdapat pula wilayah yang menerapkan tarif Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Terakhir, untuk sebagian wilayah regional Sumatera lainnya, nominal Pertamax berada di angka Rp12.900 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter. Sedangkan untuk varian bahan bakar diesel, Dexlite dipasarkan dengan harga Rp27.150 per liter berdampingan dengan Biosolar yang tetap Rp6.800 per liter.

Artikel terkait

Rekomendasi