Kenaikan Harga Solar Tekan Harga Mobil Bekas Diesel di Pasar

Kenaikan Harga Solar Tekan Harga Mobil Bekas Diesel di Pasar

Pasar mobil bekas mesin diesel mengalami tekanan signifikan menyusul kenaikan harga solar yang memicu lonjakan jumlah unit yang dijual oleh pemilik kendaraan pada Selasa (12/5/2026). Fenomena ini berdampak langsung pada merosotnya nilai jual kendaraan di tingkat pedagang maupun pasar terbuka.

Zidan dari Salman Auto Mobilindo mengungkapkan bahwa stok mobil diesel tahun muda, khususnya model populer seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner, kini membanjiri bursa kendaraan bekas. Kondisi melimpahnya pasokan tersebut secara otomatis menekan angka jual di pasar, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

"Mobil diesel tahun-tahun muda seperti Pajero dan Fortuner sekarang banyak dijual di pasaran. Otomatis, karena yang jual makin banyak, harganya jadi turun," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026).

Zidan menjelaskan bahwa unit yang masuk ke pasar saat ini tidak hanya berasal dari sesama pedagang. Banyak pengguna pribadi yang mulai melepas mobil mereka melalui berbagai kanal komunitas atau grup otomotif.

"User-user, pemakai. Di grup-grup mobil Pajero dan Fortuner juga sekarang banyak yang dijual. Otomatis mobil di pasar jadi banyak," katanya.

Estimasi penurunan harga untuk kendaraan diesel bekas saat ini diperkirakan mencapai angka 10 persen. Situasi ini membuat para pelaku usaha lebih waspada dalam melakukan pembelian unit baru karena risiko perputaran modal yang melambat.

"10 persen mungkin ada. Ya maksudnya buat apa kalau banyak yang jual tapi enggak ada yang beli? Kita cari mobil yang di pasaran masih banyak peminatnya," ujarnya.

Senada dengan kondisi tersebut, Rudy dari Hapsari Mobil menyatakan bahwa tingkat kepercayaan pedagang untuk menyerap stok diesel tidak setinggi periode sebelumnya. Bahkan untuk unit produksi tahun terbaru, pelaku usaha cenderung lebih selektif.

"Misalkan salah satu contoh yang biasanya kita ambil Rp 300 jutaan, ada yang nawarin lagi Rp 300 juta kita enggak berani ambil. Pajero Sport 2016. Kemarin-kemarin kita masih berani ambil Pajero 2016-2018, sekarang tahun 2023 masih mikir," ujar Rudi.

Sentimen negatif akibat kenaikan BBM juga dirasakan oleh pemilik Willies Mobil di Depok, Singgih. Menurut pengamatannya, minat calon pembeli terhadap mobil diesel menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

"Contohnya Captiva diesel 2010 ini. Beberapa bulan lalu masih ada yang tanya. Sekarang bulan ini sebenarnya sudah enggak ada yang cari mobil diesel," kata Singgih.

Meskipun beberapa varian diesel generasi lama secara teknis masih kompatibel dengan Biosolar, ketakutan konsumen terhadap biaya operasional tetap menjadi hambatan utama dalam transaksi penjualan.

"Padahal mobil diesel 2010 masih bisa pakai Biosolar. Cuma sekarang ada rasa takut dari konsumen karena efek kenaikan harga BBM ini," katanya.

Pergeseran minat pembeli ini memaksa pemilik showroom untuk memangkas harga demi menarik minat pasar yang kian menyusut. Penurunan harga bahkan mencapai jutaan rupiah per unit dibandingkan harga normal sebelumnya.

"Dulu saya buka harga di Rp 90 juta, bahkan sempat buka harga Rp 95 juta. Sekarang sudah turun jadi Rp 85 juta," ujar Singgih.

Artikel terkait

Rekomendasi