Harga Mobil Diesel Bekas Turun Akibat Kenaikan BBM Solar

Harga Mobil Diesel Bekas Turun Akibat Kenaikan BBM Solar

Pasar mobil diesel bekas di Indonesia mengalami penurunan minat konsumen secara signifikan setelah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non subsidi pada Selasa (12/5/2026). Tren penurunan ini memaksa sejumlah pedagang melakukan penyesuaian harga jual demi menarik kembali minat pembeli.

Dilansir dari Otomotif, kelesuan pasar menyasar model populer seperti Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, dan Kijang Innova diesel. Padahal sebelumnya, kendaraan jenis ini sangat diminati karena efisiensi operasionalnya untuk perjalanan jarak jauh menggunakan Biosolar.

Singgih, pemilik showroom Willies Mobil di Depok, menyatakan bahwa kenaikan harga BBM membuat calon pembeli kini lebih berhati-hati dan mulai mengkalkulasi ulang biaya operasional kendaraan bermesin diesel.

"Kalau dibilang berpengaruh, pasti berpengaruh. Sebelum kenaikan ini, mobil diesel memang sedang naik daun," kata Singgih, Pemilik Willies Mobil.

Banyak konsumen dari kelas menengah ke bawah yang awalnya mencari mobil diesel untuk penggunaan harian di perkotaan karena harga Biosolar yang terjangkau.

"Kalau yang saya lihat, pembelinya banyak dari kalangan menengah ke bawah. Mereka cari Innova atau Fortuner untuk dipakai ‘cumi darat’ karena masih konsumsi Biosolar," ujar Singgih, Pemilik Willies Mobil.

Meski bagi kalangan menengah ke atas faktor kenyamanan tetap menjadi alasan utama memilih mobil diesel, kekhawatiran biaya operasional tetap muncul.

"Kalau menengah ke atas mungkin pakai diesel karena faktor kenyamanan. Istilahnya pakai VRZ memang untuk cari nyaman," kata Singgih, Pemilik Willies Mobil.

Kenaikan harga solar non subsidi berdampak langsung pada psikologis pembeli yang terbiasa memanfaatkan selisih harga dengan BBM subsidi.

"Tapi kalangan menengah ke bawah juga pasti jiper lihat harga BBM sekarang. Harga diesel segitu enggak mungkin enggak berpengaruh," ujar Singgih, Pemilik Willies Mobil.

Lesunya aktivitas jual beli ini kemudian berujung pada penurunan angka penjualan unit di tingkat showroom mobil bekas.

"Imbasnya pasti ke penjualan mobil bekas seperti ini juga," kata Singgih, Pemilik Willies Mobil.

Agus selaku pemilik Focus Motor mengungkapkan bahwa koreksi harga yang dilakukan pedagang saat ini berkisar antara 10 hingga 20 persen di bawah harga pasar normal.

"Harga mobil diesel turun 10 sampai 20 persen dari pasaran yang biasa," ujar Agus, Pemilik Focus Motor.

Penurunan harga ini dipicu oleh merosotnya permintaan pasar meskipun mobil diesel memiliki reputasi ketangguhan yang baik.

"Permintaan jelas turun ya. Makanya diturunin sampai segitu," kata Agus, Pemilik Focus Motor.

Senada dengan pengusaha lainnya, Andi Supriadi dari Jordy Mobil menyebutkan penurunan harga rata-rata mencapai 10 persen, terutama pada unit dengan kelengkapan dokumen yang kurang sempurna.

Artikel terkait

Rekomendasi