PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan klarifikasi terkait kabar mengenai mobil listrik Honda Super One yang diisukan sudah dapat dipesan oleh konsumen di Indonesia. Isu ini mencuat setelah sejumlah tenaga penjual dari dealer Honda mulai menawarkan kendaraan ramah lingkungan tersebut di media sosial.
Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Purnajual PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, memberikan bantahan mengenai pembukaan keran pemesanan resmi untuk unit Honda Super One tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
"Isu tidak tau itu, Mas. Tidak resmi tentunya yah," kata Yusak Billy, Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Purnajual PT HPM.
Pihak manajemen menekankan bahwa langkah pemesanan yang beredar di masyarakat saat ini tidak memiliki jalur resmi dari keagenan tunggal pemegang merek. Walau demikian, rencana untuk memasarkan kendaraan listrik berukuran ringkas ini memang menjadi agenda nyata perusahaan ke depan.
"Belum, mas. Kami belum membuka pemesanan untuk Honda Super One. Namun, karena mobil tersebut sudah dilakukan pengetesan jalan di sini dan sudah terdaftar di Samsat, tentunya kami punya rencana konkrit untuk mobil tersebut di sini," ujar Yusak Billy, Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Purnajual PT HPM.
Kepastian mengenai peluncuran produk dan spesifikasi lengkap kendaraan listrik ini juga masih disimpan rapat oleh pihak produsen asal Jepang tersebut.
"Ditunggu saja. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut, mas," kata Yusak Billy, Direktur Penjualan, Pemasaran, dan Purnajual PT HPM.
Di sisi lain, praktik penawaran unit di lapangan sudah mulai berjalan secara mandiri oleh para pramuniaga. Beberapa tenaga penjual bahkan sudah mematok biaya pemesanan awal bernilai jutaan rupiah bagi para peminat.
"All New Honda EV Super One 2026 unit sudah dapat dipesan yaa," tulis salah satu tenaga penjual Honda di media sosial.
Pramuniaga tersebut menjanjikan prioritas pengiriman unit bagi para konsumen yang bersedia memberikan dana titipan pemesanan lebih awal.
"Di tempat kami belum ada yang memesan ini, kemungkinan dapat lebih cepat dan jadi (yang) pertama kali SPK-nya," ujar salah satu tenaga penjual Honda.
Informasi dari tenaga penjual tersebut juga menyentuh estimasi harga jual dan ketersediaan tipe untuk pasar domestik.
"Rp 3XX jutaan ini kebetulan untuk model EV pertama (Honda), pak..." kata salah satu tenaga penjual Honda.
Tenga penjual tersebut menambahkan bahwa pilihan model yang dibawa pada fase awal ini masih sangat terbatas.
"Betul, pak. Baru satu tipe untuk saat ini," jelas salah satu tenaga penjual Honda.
Hingga kini, unit uji coba Honda Super One terpantau berulang kali melintasi jalanan di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian pengujian teknis, sementara nama kendaraan ini pun sudah resmi terdata dalam sistem administrasi Samsat.