PT Honda Prospect Motor membantah kabar mengenai pembukaan keran pemesanan mobil listrik kompak Honda Super One di Indonesia, setelah sempat viral unggahan tenaga penjual yang menawarkan pemesanan unit tersebut.
Kabar pemesanan kendaraan yang dijuluki "Brio listrik" ini beredar luas melalui media sosial dari akun yang diduga milik tenaga penjual pabrikan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Senin (1/6/2026).
Pihak tenaga penjual mengklaim bahwa pemesanan awal kendaraan ramah lingkungan ini sudah bisa dilakukan oleh calon konsumen di Tanah Air.
"All New Honda EV Super One 2026 unit sudah dapat dipesan ya," tulis salah satu tenaga penjual Honda di media sosial.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh pihak media, tenaga penjual tersebut menjelaskan ketentuan mengenai besaran uang muka untuk pemesanan unit.
"Kemungkinan estimasi pengiriman pertengahan tahun, pak. Nah cuma kalau untuk tanggalnya, diperkirakan 27 Juni sampai 11 Juli 2026," ujarnya saat dikonfirmasi detikOto.
Selain memberikan estimasi waktu pengiriman, ia membeberkan informasi mengenai kisaran harga jual mobil listrik pertama dari Honda tersebut.
"Rp 3XX jutaan ini kebetulan untuk model EV pertama (Honda), pak..." katanya.
Terkait spesifikasi dan opsi kendaraan, tenaga penjual itu mengonfirmasi keterbatasan pilihan yang tersedia saat ini.
"Betul, pak. Baru satu tipe untuk saat ini," jelasnya.
Informasi yang disebarkan oleh tenaga penjual tersebut langsung mendapatkan respons dan klarifikasi dari manajemen pusat agen pemegang merek Honda di Indonesia.
"Belum, kami belum membuka pemesanan untuk Honda Super One," ujar Billy saat dikonfirmasi terpisah.
Meskipun membantah kabar pemesanan, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy membenarkan adanya pengujian jalan dan rencana masa depan untuk model tersebut.
"Iyah sudah pernah uji jalan di sini. Kalau sudah diuji di sini berarti tentunya akan ada rencana konkret untuk mobil itu di sini yah," kata Billy beberapa waktu lalu.
Simulasi perhitungan harga jual kendaraan ini sebelumnya pernah dikalkulasi secara mandiri oleh Detik Oto berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp 257 juta.
Setelah ditambah dengan komponen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), PPN, dan biaya administrasi dokumen, total harganya diperkirakan menyentuh angka Rp 322,3 juta.
Kehadiran Honda EV Super One nantinya akan meramaikan segmen pasar mobil listrik kompak di Indonesia dan bersaing dengan sejumlah kompetitor perkotaan yang sudah meluncur lebih dulu.