Honda Ubah Strategi Global Fokus ke Pengembangan Teknologi Hybrid

Honda Ubah Strategi Global Fokus ke Pengembangan Teknologi Hybrid

Pabrikan otomotif Honda resmi mengubah arah strategi bisnis global mereka dengan menjadikan teknologi hybrid sebagai fokus utama pengembangan produk di masa depan. Langkah strategis ini diambil menyusul pembatalan sejumlah proyek kendaraan listrik (EV) yang berdampak pada restrukturisasi besar-besaran perusahaan.

Perubahan haluan ini berimbas pada kondisi finansial perusahaan yang cukup signifikan. Dilansir dari Otomotif pada Kamis (14/5/2026), Honda mencatatkan kerugian tahunan pertama sejak 1957 sebesar 423,9 miliar yen atau setara Rp 47 triliun akibat penghapusan aset restrukturisasi proyek EV.

Sebagai realisasi strategi baru, Honda memamerkan dua mobil prototipe teranyar yang menjadi basis pengembangan generasi masa depan. Model tersebut diperkenalkan dengan nama Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype yang dijadwalkan masuk jalur produksi dalam dua tahun mendatang.

Sedan prototipe tersebut memiliki karakteristik desain fastback lima pintu dengan garis bodi tajam serta lampu LED tipis. Sementara itu, varian SUV Acura tampil agresif dengan bumper depan besar dan lampu belakang berbentuk huruf V yang menyerupai siluet penerus Acura RDX.

Kedua kendaraan ini akan mengadopsi platform hybrid generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Melalui platform ini, perusahaan menargetkan efisiensi biaya produksi hingga 30 persen dan peningkatan efisiensi bahan bakar lebih dari 10 persen dibandingkan model tahun 2023.

Pasar Amerika Utara diproyeksikan menjadi pusat pengembangan utama bagi lini kendaraan hybrid terbaru ini. Seluruh fasilitas produksi di Amerika Serikat, termasuk pabrik di Ohio, akan disesuaikan untuk mendukung kapasitas produksi mesin bensin dan sistem penggerak hybrid.

Selain penyesuaian pabrik, kerja sama dengan LG Energy Solution juga akan difokuskan pada produksi baterai khusus hybrid. Honda turut memperkuat penggunaan komponen lokal guna memitigasi gangguan rantai pasok global dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

Di wilayah Asia, strategi produk akan disesuaikan dengan karakteristik pasar masing-masing negara. Honda akan berfokus pada pengembangan kei car elektrifikasi di Jepang, sementara di India akan menghadirkan mobil kompak dan midsize baru mulai tahun 2028.

Meskipun sedang menghadapi tekanan finansial akibat penghapusan aset senilai 1,57 triliun yen, Honda tetap menargetkan laba operasional sebesar 1,4 triliun yen pada akhir Maret 2029. Sebagian besar dari total investasi sebesar 6,2 triliun yen kini dialokasikan untuk pengembangan mesin bensin dan hybrid.

Porsi investasi untuk kendaraan listrik murni dipangkas menjadi 0,8 triliun yen hingga periode 2029 mendatang. Perusahaan juga memberikan indikasi untuk lebih memilih skema kemitraan dengan pihak lain dalam pengembangan platform kendaraan listrik setelah tahun 2030.

Artikel terkait

Rekomendasi