Honda Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang

Honda Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang

Honda Motor Co., Ltd. resmi meluncurkan dan memulai penjualan mobil listrik kompak terbaru bernama Honda Super-One di pasar Jepang pada Jumat, 22 Mei 2026. Kendaraan taktis bertenaga baterai ini dipasarkan dengan harga mulai dari 3.390.200 yen atau berkisar antara Rp378 juta hingga Rp379 jutaan, termasuk pajak konsumsi sebesar 10 persen.

Dilansir dari CNN Indonesia, mobil listrik yang kerap dijuluki 'Brio Listrik' ini dikembangkan menggunakan basis sasis N-ONE e: yang populer di Jepang. Namun, produsen otomotif tersebut melakukan serangkaian penyempurnaan signifikan pada sektor sasis dengan membuat postur bodi yang lebih lebar, fender menggembung, serta posisi kendaraan yang lebih rendah demi meningkatkan stabilitas berkendara.

Media lokal Jepang melaporkan bahwa kendaraan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif di pasar domestik sejak masa pemesanan awal dibuka.

"laris seperti kacang goreng" kata media lokal Jepang dalam laporannya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh data internal perusahaan mengenai antusiasme konsumen yang tinggi terhadap produk hot hatch listrik terbaru ini.

"respons pasar terhadap Super-One melampaui ekspektasi." kata Hideo Kawasaka, Wakil Presiden sekaligus Kepala Operasi Honda Jepang.

Kawasaka menambahkan bahwa volume pemesanan kendaraan tersebut langsung melonjak tajam dalam waktu singkat sejak sistem inden resmi diberlakukan.

"Seinter inden dibuka pada 21 April, pemesanan mobil listrik itu sudah mencapai lebih dari 7.000 hanya dalam waktu sekitar satu bulan." kata Hideo Kawasaka.

Berdasarkan informasi dari siaran pers resmi perusahaan yang dikutip oto.detik.com, sektor performa Honda Super-One ditopang oleh motor listrik standar berdaya 63 hp atau 47 kW dengan suplai baterai berkapasitas 29,6 kWh. Melalui pengujian standar WLTP atau WLTC, mobil berukuran ringkas ini diklaim mampu menjelajah hingga jarak 274 kilometer dalam kondisi daya baterai terisi penuh.

Sebagaimana dilaporkan medcom.id, kendaraan ini menyediakan lima mode berkendara pilihan, meliputi Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Pengaktifan mode Boost akan membuka parameter performa maksimal motor listrik, sehingga mampu mendongkrak tenaga puncak dari 47 kW menjadi 70 kW atau setara 93 hingga 94 hp.

Melansir laporan electrek, sensasi berkendara sporty pada mobil ini diadopsi dari inspirasi mobil performa listrik Hyundai seperti IONIQ 5 N dan IONIQ 6 N. Honda menyematkan teknologi simulasi transmisi manual 7-percepatan virtual lewat paddle shift di balik setir serta fitur Active Sound Control yang mereproduksi suara raungan mesin bensin konvensional ke dalam kabin.

Aspek visual kabin juga dipertegas lewat indikator layar MID yang dapat berubah warna dari biru menjadi ungu saat mode Boost aktif, serta garis pencahayaan LED pada dasbor sisi penumpang depan. Pada area interior, kenyamanan penumpang ditunjang oleh jok model bucket seat, sistem infotainment layar sentuh 9 inci dengan Google built-in, serta sistem audio premium Bose berkekuatan delapan pengeras suara lengkap dengan subwoofer 13,1 liter di bagasi.

Menurut laporan ridertua.com, pengisian daya baterai membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam dengan perangkat pengisi daya standar, sedangkan metode pengisian cepat (fast charging) sanggup mengisi kapasitas dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 30 minit. Mobil ini juga dilengkapi perangkat keluaran daya AC eksternal bernama Honda Power Supply Connector yang mampu mengalirkan daya listrik darurat hingga 1.500 Watt untuk mengoperasikan peralatan elektronik luar ruangan.

Setelah resmi mengaspal di Jepang, pabrikan otomotif tersebut menjadwalkan ekspansi pasar global ke wilayah Eropa, Australia, serta Inggris. Di pasar Inggris, mobil ini dijadwalkan meluncur pada Juli mendatar dengan nama resmi Super-N dan diproyeksikan dijual dengan harga di bawah 20.000 poundsterling atau setara Rp480 jutaan.

Artikel terkait

Rekomendasi