Honda Pasarkan Prelude Hybrid Melebihi Kuota Tahunan di Indonesia

Honda Pasarkan Prelude Hybrid Melebihi Kuota Tahunan di Indonesia

Lonjakan pemesanan mobil sport hybrid Honda Prelude di Indonesia berhasil melampaui kuota tahunan yang dialokasikan untuk pasar domestik pada tahun 2026. Penjualan kendaraan legendaris ini langsung diserbu konsumen sejak pertama kali diperkenalkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) di Jakarta akhir pekan lalu.

Data pemesanan saat ini tercatat sudah menyentuh angka 287 unit, seperti dilansir dari Otomotif. Jumlah tersebut melampaui jatah resmi yang diberikan oleh Honda Motor Jepang untuk pasar Indonesia yang hanya sebesar 150 unit sepanjang tahun ini.

Mayoritas pemesan kendaraan tipe coupe ini diidentifikasi sebagai pelanggan setia brand asal Jepang tersebut. Profil pembeli menunjukkan dominasi kuat dari kelompok konsumen berusia mapan yang memiliki ikatan emosional dengan model masa lalu ini.

"Kalau saya lihat dari tipe konsumennya, 70 persen pembeli Honda Prelude ini adalah loyalist. Kemudian, konsumen dengan usia di atas 50 tahun porsinya mencapai 29 persen," ujar Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy.

Tingginya minat masyarakat dipicu oleh faktor nostalgia karena model coupe legendaris ini sempat lama absen. Kini, kendaraan tersebut dihadirkan kembali dengan integrasi teknologi mesin ramah lingkungan modern.

"Jadi sepertinya banyak yang bernostalgia dengan mobil ini, karena Prelude merupakan model legendaris yang kini dibawa kembali ke Indonesia," ujar Yusak Billy.

Langkah strategis langsung dilakukan oleh pihak keagenan dengan menyerahkan unit secara simbolis. PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menyerahkan Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama di Indonesia.

"Terus terang, bagaimana cara kami memperlakukan konsumen loyal Honda agar tetap setia terhadap merek ini merupakan bagian dari strategi kami," kata Yusak Billy.

Pendekatan kepada konsumen dilakukan melalui pemanfaatan jaringan distribusi yang tersebar luas. Manajemen mengandalkan komunikasi berjenjang untuk menjaga kedekatan dengan para pelanggan setia mereka.

"Ibaratnya seperti middle up cascade, bagaimana kami meneruskannya ke bawah melalui diler-diler yang kami miliki sekarang agar tetap berhubungan dengan konsumen," ujar Yusak Billy.

Layanan purnajual kualitas tinggi serta kemudahan akses bagi pengguna terus dipertahankan sebagai pilar utama pemasaran. Strategi tersebut diterapkan guna memperkuat posisi brand di tengah persaingan pasar otomotif domestik.

"Selain itu, kami juga memiliki layanan dengan kualitas yang baik, memberikan kemudahan kepada konsumen, dan itu akan terus kami pertahankan sebagai strategi Honda untuk memperkuat pemasaran agar semakin kuat," kata Yusak Billy.

Artikel terkait

Rekomendasi