PT Honda Prospect Motor Kirim 20 Unit Pertama Honda Prelude

PT Honda Prospect Motor Kirim 20 Unit Pertama Honda Prelude

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyerahkan 20 unit pertama Honda Prelude generasi terbaru kepada konsumen di Jakarta Selatan pada Sabtu (23/5/2026). Langkah tersebut menandai dimulainya distribusi resmi mobil sport hibrida itu untuk pasar domestik, seperti dilansir dari Otomotif.

Pemesanan kendaraan ini menunjukkan angka yang tinggi sejak diperkenalkan pertama kali di Indonesia. Berdasarkan data perusahaan, total pemesanan untuk kendaraan sport hibrida e:HEV tersebut kini sudah menyentuh angka ratusan unit.

Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, memaparkan bahwa ketertarikan pasar yang besar membuat pemesanan melonjak dari target awal.

“Pesanan sekarang sudah 287 pesanan,” kata Billy di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lonjakan pemesanan ini direspons perusahaan dengan mengajukan tambahan kuota berkali-kali kepada prinsipal di Jepang. Honda Prelude sendiri dibekali mesin bensin 2.000 cc yang dikombinasikan dengan motor listrik dan mengusung desain coupe dua pintu.

“Kuota kita di tahun ini seperti yang pertama saya bicarakan, pertama itu hanya 40 (unit). Kemudian kami minta, karena hari pertama langsung habis dan kita minta nambah 100 (unit), diberikan, dan terus pesanan naik sampai ke 200 (unit) lebih mau nyatakan memang pesanan itu kita beli dari satu tahun ya, masa dulu, terus kita request ke Honda Motor Japan dan itu diberikan lagi tambahan 50 unit,” ujarnya.

HPM mengonfirmasi bahwa pasokan final yang disetujui untuk pasar Indonesia pada tahun ini berjumlah 150 unit. Proses distribusi seluruh unit kuota tahun ini ditargetkan selesai pada akhir kuartal ketiga.

“Jadi tahun ini kuota yang diberikan untuk Indonesia itu 150 (unit). Jadi 150 (unit) itu akan selesai rencananya ya, kalau jadwal kami itu sampai Oktober jadi sampai Oktober 2026 itu rencana kami selesai pengiriman ke 150 konsumen,” kata Billy.

Akibat keterbatasan alokasi global tersebut, ratusan pemesan lainnya dipastikan harus menunggu pengiriman pada tahun berikutnya. Manajemen menyatakan sisa pemesanan akan dialihkan ke daftar tunggu distribusi periode selanjutnya.

“Tahun ini karena tadi total 287, tahun ini hanya diidentifikasi 150 (unit), tapi masih ada 137 (unit) yang akan dilanjutkan tahun depan,” ujar Billy.

Artikel terkait

Rekomendasi