PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual lini kendaraan mereka. Kebijakan ini diambil meskipun kondisi pasar otomotif nasional sedang menghadapi tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi pasar mobil di dalam negeri saat ini dinilai masih sangat kompetitif dengan munculnya berbagai produk baru. Hal tersebut memicu para produsen otomotif untuk menghadirkan program penawaran yang menarik demi menjaga daya beli masyarakat.
Dilansir dari Medcom, Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan bahwa situasi pasar saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik oleh perusahaan.
"Beberapa pemain itu meluncurkan produk-produk baru, kemudian kasih benefit yang lebih menarik untuk customer. Termasuk Hyundai juga melakukan hal-hal tersebut," ujar pria yang akrab disapa Soerjo di Senayan Jakarta Pusat.
Manajemen pabrikan asal Korea Selatan ini menegaskan ada banyak pertimbangan strategis sebelum memutuskan perubahan harga. Untuk momen saat ini, perusahaan lebih memilih langkah proteksi konsumen dengan cara mempertahankan harga lama.
"Tergantung dari naiknya harga bensin tersebut atau harga bahan bakar tersebut. Nah kalau bahan bakarnya naik cukup signifikan, kemudian nilai tukar mata uang juga naik. Kita akan kombinasikan itu semua menjadi yang namanya harga mobil," lanjut Soerjo.
Sebagai informasi tambahan, pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (18/5/2026) dibuka melemah hingga menyentuh angka Rp17.662 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah komoditas BBM non-subsidi juga telah mengalami penyesuaian harga ke atas dalam satu bulan terakhir.