Total penjualan kendaraan listrik global diperkirakan akan menyentuh angka 23 juta unit pada tahun ini. Proyeksi tersebut dilansir dari Otomotif berdasarkan laporan Global EV Outlook 2026 yang diterbitkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 28 persen dari akumulasi penjualan mobil di seluruh dunia. Penyerapan pasar yang masif ini menandakan bahwa hampir satu dari tiga unit mobil baru yang dipasarkan merupakan kendaraan listrik.
Tren elektrifikasi kendaraan secara global terpantau tetap tumbuh positif. Kondisi ini terus berjalan meskipun situasi perekonomian dunia saat ini dinilai belum sepenuhnya berada dalam posisi stabil.
Dinamika pasar otomotif di berbagai negara serta ketegangan geopolitik nyatanya tidak menghentikan laju pertumbuhan kendaraan listrik. Industri otomotif bergerak semakin cepat dalam melakukan transformasi menuju era elektrifikasi.
Pada tahun lalu, performa pasar global mencatatkan penjualan mobil listrik menembus angka 20 juta unit. Capaian ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Melalui hasil tersebut, satu dari empat mobil baru yang berhasil dipasarkan di dunia sudah mengadopsi teknologi elektrifikasi. IEA mencatat kini ada sekitar 40 negara yang memiliki kontribusi mobil listrik di atas 10 persen dari total penjualan domestik.
Eropa memposisikan diri sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan yang paling agresif. Sepanjang tahun lalu, angka penjualan mobil listrik di benua tersebut melonjak hingga lebih dari 30 persen.
Volume penjualan di Eropa berhasil menyentuh angka 4,2 juta unit atau mengambil porsi sekitar 28 persen dari total pasar kendaraan baru. Regulasi emisi karbon Uni Eropa yang ketat dan dukungan insentif menjadi pendorong utama.
Selain itu, meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan turut memperkuat pasar. Untuk tahun ini, IEA memprediksi satu dari tiga unit mobil baru di kawasan Eropa merupakan mobil listrik.
Ekspansi ke India dan Afrika
Perkembangan signifikan juga mulai terlihat di pasar domestik India. Penjualan kendaraan listrik di negara tersebut mengalami lonjakan hingga 75 persen pada tahun lalu dengan volume mencapai sekitar 165.000 unit.
Pencapaian tersebut setara dengan hampir empat persen dari keseluruhan pasar otomotif di India. Pabrikan lokal seperti Tata Motors serta Mahindra & Mahindra mendominasi sektor ini dengan penguasaan pangsa pasar sekitar 60 persen.
Di sisi lain, pergerakan pasar kendaraan listrik di kawasan Afrika secara volume memang masih relatif kecil. Kendati demikian, wilayah ini mulai memperlihatkan pertumbuhan yang berjalan secara konsisten.
Penjualan kendaraan listrik di Afrika meningkat dari kisaran 4,000 unit pada dua tahun lalu menjadi hampir 25.000 unit pada tahun lalu. Mesir, Maroko, dan Afrika Selatan menjadi motor penggerak utama di kawasan tersebut.
Langkah perluasan adopsi kendaraan listrik kini juga mulai merambah ke beberapa negara Afrika lainnya. Etiopia, Rwanda, dan Nigeria tercatat sebagai negara yang mulai mengembangkan ekosistem ini.
Dominasi Manufaktur Global dan Dinamika Pasar
Laporan dari IEA turut memberikan sorotan khusus terhadap dominasi kuat yang dipegang oleh China dalam industri kendaraan listrik global. Produsen asal China diketahui memasok hampir 60 persen mobil listrik di dunia.
Kondisi ini berbanding cukup jauh dengan kontribusi yang diberikan oleh pabrikan asal Eropa dan Amerika Utara. Kedua wilayah tersebut masing-masing hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total pasokan global.
Walaupun memiliki prospek jangka panjang yang dinilai positif, penjualan mobil listrik global sempat menghadapi perlambatan pada kuartal pertama tahun ini. Penjualan global turun sekitar delapan persen menjadi 3,9 juta unit.
Melemahnya tingkat permintaan di pasar China dan Amerika Serikat menjadi faktor utama penurunan tersebut. Sebaliknya, wilayah Eropa dan beberapa negara berkembang di Asia terpantau masih mencatatkan pertumbuhan positif.
IEA mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berfungsi mempercepat proses transisi menuju era kendaraan listrik. Faktor tersebut meliputi penurunan harga baterai serta perluasan infrastruktur pengisian daya secara masif.
Keberadaan dukungan insentif dari pemerintah setempat serta tingginya harga bahan bakar minyak turut memberikan pengaruh besar. Langkah ini didukung dengan pembangunan hampir 1,8 juta titik pengisian daya publik baru di dunia.
Tambahan fasilitas infrastruktur yang dibangun di seluruh dunia sepanjang tahun lalu tersebut membuat penambahan yang signifikan. Secara akumulatif, jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik global saat ini telah melewati angka tujuh juta unit.