Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) bersama Consumer Reports (CR) merilis daftar kendaraan yang aman bagi pengemudi pemula pada Juni 2026. Laporan ini menyajikan panduan bagi orang tua yang selektif dalam memilih mobil pertama untuk anak mereka, dengan mengutamakan aspek keterjangkauan, keamanan, kemudahan kendali, serta tenaga yang tidak berlebihan.
Laporan terbaru tersebut mengidentifikasi puluhan kendaraan bekas dan baru yang dianggap ideal bagi pengemudi remaja. Terdapat 45 kendaraan bekas dengan harga di bawah 10.000 dolar AS serta 29 model lainnya di bawah 20.000 dolar AS yang memiliki fitur pengereman darurat otomatis serta deteksi pejalan kaki, dikutip dari Suara.
"Kami menyusun daftar tahunan ini khusus untuk remaja karena mengemudi membawa risiko ekstra bagi mereka. Meskipun demikian, saran-saran tersebut cocok untuk pengemudi dari segala usia yang ingin menyeimbangkan keterjangkauan dengan perlindungan dan penghindaran kecelakaan," kata Rebecca Weas, Peneliti Senior IIHS, dikutip Senin (1/6/2026).
Fakta mengejutkan muncul melalui dominasi merek Mazda di berbagai segmen kendaraan aman. Model seperti Mazda3, CX-3, CX-5, hingga CX-90 muncul berulang kali mengungguli merek populer lain seperti Toyota dan Honda yang kerap dianggap sebagai pilihan utama.
Sebaliknya, IIHS secara tegas tidak memasukkan kategori mobil kecil dengan perlindungan benturan rendah, mobil sport bertenaga besar, serta truk atau SUV berukuran jumbo. Kendaraan berdimensi besar dinilai memiliki pengendalian yang buruk, jarak pengereman lebih panjang, serta lebih berbahaya bagi pengguna jalan lain.
Peluang Pasar Mobil Listrik Bekas
Fenomena menarik juga terlihat pada pasar mobil listrik bekas yang mengalami depresiasi nilai secara cepat. Kendaraan modern seperti Hyundai Ioniq 5, Kia EV6, dan Subaru Solterra kini bisa didapatkan dengan harga jauh lebih terjangkau.
Kondisi pasar ini memberikan kesempatan bagi pembeli untuk mendapatkan teknologi keselamatan terbaru tanpa harus mengeluarkan dana terlalu besar untuk mobil pertama. Riset tersebut membuktikan bahwa merek yang selama ini dianggap sebagai pilihan utama belum tentu mendominasi aspek keselamatan di pasar saat ini.