Pemerintah Indonesia sedang mengakselerasi program biodiesel B50 dan bioetanol E20 sebagai strategi utama memperkuat kemandirian energi nasional. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global.
Dilansir dari Suara, percepatan penggunaan biofuel ini akan dilakukan berbarengan dengan optimalisasi lifting minyak bumi. Kebijakan tersebut menjadi sandaran pemerintah dalam memitigasi dampak krisis energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
E20 sendiri merupakan jenis bahan bakar hasil campuran 20 persen etanol dengan 80 persen bensin. Etanol yang digunakan diproduksi dari sumber nabati lokal seperti singkong, tebu, hingga jagung sebagai pengganti minyak mentah impor.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan fase implementasi penuh E20 dimulai pada 2028. Sebagai langkah awal, produksi bioetanol rencananya akan digenjot di Merauke, Papua Selatan, mulai tahun 2027.
Menjelang transisi ke bahan bakar baru tersebut, masyarakat dapat mempertimbangkan beberapa jenis mobil bekas yang dinilai aman menggunakan campuran etanol. Berikut adalah daftar kendaraan yang memiliki kompatibilitas dengan bahan bakar ramah lingkungan tersebut:
1. Toyota Calya
Sebagai mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC), Toyota Calya dibekali mesin 1.197 cc yang efisien. Mesin ini dirancang untuk mampu beradaptasi dengan standar bahan bakar yang lebih bersih, termasuk penggunaan campuran etanol E20.
Selama angka oktan bahan bakar sesuai dengan rasio kompresi mesin, penggunaan campuran E20 tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan pada performa mesin mobil ini.
2. Suzuki Ertiga
Mobil keluarga dengan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc ini dikenal irit dan siap menghadapi rencana transisi energi pemerintah. Suzuki Ertiga dinilai cocok dengan bahan bakar jenis E20.
Varian yang dilengkapi teknologi Smart Hybrid memiliki keunggulan tambahan dalam menekan emisi. Mobil ini juga dibekali fitur keamanan seperti dual airbag dan Electronic Stability Programme (ESP) untuk penggunaan harian.
3. Hyundai Stargazer
MPV futuristik ini mengandalkan mesin Smartstream G1.5 MPI yang hemat konsumsi bahan bakar. Hyundai Stargazer tercatat aman menggunakan campuran etanol hingga kadar 10 persen.
Namun, pengguna perlu memperhatikan agar kadar campuran tidak melewati batas tersebut. Penggunaan etanol di atas batas yang ditentukan berisiko mengganggu sistem kontrol mesin serta saluran bahan bakar.
4. Honda Brio
Honda Brio memiliki mesin 1.2L i-VTEC yang mampu menghasilkan tenaga 90 PS. Kendaraan kompak ini terbukti memiliki sistem bahan bakar yang kompatibel dengan standar E20.
Kesiapan sistem bahan bakar Honda terhadap campuran etanol 20 persen ini mengacu pada standar produksi global mereka yang sudah diterapkan sejak awal tahun 2009.
5. Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander hadir dengan mesin 1.5L MIVEC dan ground clearance setinggi 225 mm yang tangguh. MPV ini menawarkan kenyamanan suspensi dan ruang kabin yang luas bagi para penggunanya.
| Model Mobil | Kapasitas Mesin | Estimasi Harga Bekas |
|---|---|---|
| Toyota Calya | 1.200 cc | Rp70 - 140 Juta |
| Suzuki Ertiga | 1.462 cc | Rp100 - 250 Juta |
| Hyundai Stargazer | 1.497 cc | Rp160 - 200 Juta |
| Honda Brio | 1.199 cc | Rp70 - 110 Juta |