Pameran otomotif, kendaraan niaga, transportasi publik, bus, logistik, dan suku cadang terbesar di ASEAN resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ajang berskala internasional tersebut menggabungkan INAPA 2026 dan Busworld Southeast 2026 secara bersamaan.
Gelaran ini menjadi platform strategis bagi para pelaku industri nasional maupun global, seperti dikutip dari Detik Oto. Kehadirannya bertepatan dengan percepatan transformasi industri otomotif Indonesia menuju era elektrifikasi, penguatan logistik, modernisasi transportasi publik, serta peningkatan kandungan lokal.
Penyelenggaraan tahun ini menandai momentum penting karena INAPA 2026 telah memasuki edisi ke-15. Sementara itu, Busworld Southeast Asia hadir untuk keempat kalinya di tanah air.
Presiden Direktur GEM Indonesia Baki Lee menyatakan bahwa kolaborasi Busworld Southeast Asia, INAPA 2026, dan Transport & Logistics Indonesia 2026 mencerminkan pesatnya pertumbuhan berbagai sektor penting. Sektor tersebut meliputi transportasi, logistik, infrastruktur, serta mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Menurut Baki Lee, pameran ini berfungsi lebih dari sekadar tempat memamerkan teknologi serta inovasi terbaru. Ajang ini juga menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri untuk membangun kolaborasi dan menangkap peluang bisnis secara langsung.
"Hari ini kami bangga dapat menghadirkan salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara untuk industri otomotif dan logistik, khususnya sektor bus, coach, serta aftermarket otomotif," ujar Baki, dalam pembukaan INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baki menilai transformasi industri otomotif di Indonesia kini tidak lagi hanya bertumpu pada kendaraan pribadi. Pergerakan industri saat ini bergeser menuju pengembangan ekosistem transportasi publik, kendaraan komersial, logistik, dan mobilitas berkelanjutan.
"Pameran ini bukan sekadar ajang exhibition, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, bertatap muka, dan membangun pertemuan bisnis secara langsung. Kami berharap kegiatan ini terus menghadirkan peluang bisnis nyata bagi pelaku industri dan operator," kata Baki.
Salah satu isu utama yang menarik perhatian dalam pameran tahun ini adalah lonjakan kebutuhan kendaraan logistik dan distribusi. Lonjakan tersebut dipicu oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program nasional tersebut dinilai mulai menciptakan efek berganda yang signifikan terhadap industri transportasi dan otomotif nasional. Dampak positif ini terlihat pada sektor kendaraan distribusi, cold chain logistics, kendaraan niaga ringan, hingga industri karoseri.
"Program MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga menciptakan multiplier effect terhadap sektor logistik, kendaraan distribusi, hingga industri pendukung otomotif nasional. Distribusi pangan dalam skala besar membutuhkan sistem logistik yang efisien dan armada yang memadai," kata Baki.
Dalam kesempatan tersebut, Baki turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia, Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO), dan Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (KAMSELINDO). Apresiasi juga diberikan kepada berbagai mitra industri atas dukungan penuh mereka.
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian RI, Mahardi Tunggul Wicaksono menyatakan dukungan penuh pemerintah. Pihaknya terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, termasuk sektor kendaraan komersial dan transportasi publik, sebagai motor penggerak ekonomi.
Menurut Mahardi, industri kendaraan roda empat nasional saat ini memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mampu memproduksi lebih dari 1,6 juta unit per tahun. Sektor ini juga mencatatkan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 163 triliun serta menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Mahardi menambahkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi industri manufaktur yang kuat. Fondasi tersebut krusial untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, kendaraan niaga, serta mobilitas berkelanjutan di masa depan.
"Pameran seperti INAPA dan Busworld Southeast Asia menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku teknologi dalam mendorong transformasi industri transportasi nasional yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar Mahardi.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 20-22 Mei 2026 ini menampilkan lebih dari 1.500 perusahaan global. Penyelenggara memperkirakan ajang ini menarik kehadiran lebih dari 45.000 profesional industri dari berbagai bidang.
Pengunjung pameran menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap jalannya acara. Seorang pengunjung bernama Ihsan mengungkapkan bahwa Busworld Southeast Asia merupakan acara yang sangat dinanti karena hanya digelar dua tahun sekali.
"Jadi, menurut saya ini acara yang bagus dan juga menjadi wadah yang baik juga buat orang yang bergelut di industri pariwisata atau bus. Kemudian juga banyak sekali komunitas. Jadi sangat positif," jelas Ihsan.
Tanggapan positif serupa juga datang dari Apriyanto (21), seorang pencinta bus atau yang akrab disapa bus mania. Dirinya sengaja datang demi menyalurkan hobi dan melihat perkembangan desain kendaraan niaga terbaru.
"Karena saya hobi banget sama bis gitu, ya. Bus mania. Terutama ini desainnya bagus. Jadi saya datang ke sini," kata Apriyanto.
Kepada media, Apriyanto mengaku sangat penasaran dengan salah satu model karoseri terbaru yang diluncurkan oleh New Armada. Model yang dimaksud adalah varian bus tingkat untuk rute jarak jauh.
"Salah satunya model barunya New Armada, Skylander varian R25 double decker. Dan dalamnya ini saya suka banget, biasa buat bus AKAP (antar kota antar provinsi)," kata Apriyanto.
"Saya jauh dari Bekasi, buat ngelihat bus ini. Pokoknya, keren banget," imbuhnya.
Pembukaan agenda akbar ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintahan dan tokoh industri nasional maupun internasional. Tampak hadir Kepala Direktorat Angkutan Tidak Dalam Trayek Kementerian Perhubungan RI, Utomo Harwaman.
Selain itu, hadir pula Direktur IMATAP Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono dan General Manager Busworld International Vincent Dewaele. Perwakilan lainnya adalah Dewan Pakar Askarindo Drs Budi Setiyadi serta Ketua Umum KAMSELINDO Kyamaja Lookman.
INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 kali ini diselenggarakan secara sinergis bersama sejumlah pameran industri pendukung. Beberapa di antaranya meliputi EV & Charging Indonesia, INABIKE, Lube Indonesia, Tyre & Rubber Indonesia, serta Fastener & Hardware Indonesia.
Kompleks pameran juga diramaikan oleh Transport & Logistics Indonesia, Forklift Indonesia, CON-MINE, serta Truck & Trailer Indonesia 2026. Integrasi pameran ini menyajikan ekosistem industri hulu hingga hilir yang lengkap bagi para pengunjung.