Indomobil Siap Produksi Lokal Mobil Listrik Leapmotor B10 di Purwakarta

Indomobil Siap Produksi Lokal Mobil Listrik Leapmotor B10 di Purwakarta

Indomobil Group memperkuat ekspansi kendaraan listrik di Indonesia dengan rencana produksi lokal model Leapmotor B10 pada Juli 2026. Langkah strategis ini mencakup perakitan unit secara langsung di fasilitas produksi perusahaan yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Dilansir dari Otomotif, kendaraan jenis Sport Utility Vehicle (SUV) ringkas tersebut dijadwalkan meluncur secara resmi dalam ajang GIIAS 2026. Perusahaan menargetkan proses pengiriman unit kepada konsumen dapat dilakukan dalam waktu yang berdekatan dengan momentum peluncuran tersebut.

Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengonfirmasi kesiapan operasional pabrik untuk mendukung ketersediaan unit di pasar domestik pada Selasa (5/5/2026).

"Langsung kami jualan. Kami lagi siapkan (produksi di) pabrik kami," ujar Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Penyiapan fasilitas di Purwakarta saat ini telah memasuki fase krusial guna memastikan kelancaran suplai saat pameran otomotif berlangsung di musim panas mendatang.

"Sekarang lagi tahap uji coba. Jadi waktu GIIAS (Juli 2026), kami sudah bisa produksi dan kami sudah bisa suplai ke konsumen. Langsung CKD di Purwakarta," ucap Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Selain fokus pada model B10, perusahaan otomotif besar ini juga tengah menyusun peta jalan untuk mendatangkan varian lain guna memperluas portofolio kendaraan ramah lingkungan mereka.

"Kami sudah memastikan bahwa kami akan bawa model seperti B10, itu adalah ada SUV. Kemudian kami juga merencanakan bawa model yang lain," kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor.

Leapmotor B10 hadir dengan dimensi panjang 4.515 mm dan lebar 1.885 mm yang diposisikan untuk bersaing di kelas yang sama dengan BYD Atto 3. Secara teknis, mobil ini mengadopsi sistem Cell to Chassis (C2C) yang mengintegrasikan baterai langsung ke rangka.

Spesifikasi untuk pasar Indonesia mencakup penggunaan baterai berkapasitas 67,1 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar CLTC. Skema produksi Completely Knocked Down (CKD) diharapkan dapat memberikan keunggulan kompetitif dari sisi harga jual.

Artikel terkait

Rekomendasi