Indonesia kini mengoperasikan fasilitas pengujian kendaraan bermotor berstandar internasional yang diklaim sebagai yang terbesar dan paling lengkap di kawasan Asia Tenggara. Infrastruktur modern ini dirancang untuk melakukan pengujian komprehensif terhadap berbagai aspek teknis kendaraan.
Fasilitas ini mendukung pengujian mulai dari performa mesin, sistem pengereman, stabilitas, hingga tingkat keselamatan saat terjadi benturan. Dilansir dari Otomotif, keberadaan proving ground ini menjadi tonggak baru bagi kemandirian industri otomotif nasional dalam memenuhi standar global.
“Iya, pastinya (paling besar), atau lebih tepatnya, terlengkap juga. Karena kami sudah membandingkan dengan beberapa negara tetangga. Memang, fasilitas kami terlengkap," ujar Iman.
Proving ground tersebut merupakan bagian dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). Lokasi fasilitas ini berada di kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2023.
“Mungkin ada negara tetangga yang sedang membangun, tetapi belum selesai. Sementara kita, alhamdulillah, dalam waktu yang relatif singkat sudah selesai dan kurang lebih setahun ini sudah bisa dimanfaatkan," ujarnya.
Fasilitas ini telah mulai beroperasi sejak Agustus 2025 lalu. Kehadiran pusat pengujian ini diharapkan mampu memberikan efisiensi besar bagi produsen otomotif di tanah air karena proses sertifikasi tidak lagi perlu dilakukan di luar negeri.
“Ke depan, pemanfaatannya akan terus ditingkatkan untuk kepentingan sebesar-besarnya bagi bangsa kita,” kata Iman.
Salah satu fitur unggulan di BPLJSKB Cibitung adalah High-Speed Oval Track. Lintasan berbentuk oval ini memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer dan dirancang khusus untuk mensimulasikan kondisi berkendara ekstrem.
Kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan 250 kilometer per jam pada jalur lurus dan mencapai 120 kilometer per jam saat melintasi tikungan. Jalur ini sangat krusial untuk menguji stabilitas serta kemampuan manuver mobil pada kecepatan tinggi.
Pengujian ini bertujuan memastikan bahwa komponen keselamatan kendaraan tetap berfungsi optimal saat pengguna melaju kencang di jalan raya. Hal ini memberikan jaminan keamanan bagi pengemudi ketika melakukan manuver mendadak dalam situasi darurat.
Simulasi Kondisi Jalan dan Uji Tabrak
Selain lintasan oval, tersedia pula Dynamic Area yang mencakup lahan seluas lebih dari 6 hektar. Area luas ini difungsikan untuk simulasi penanganan kendaraan (handling) serta berbagai skenario pengujian kestabilan lainnya.
BPLJSKB juga menyediakan lintasan khusus pengereman dengan daya cengkeram rendah atau low friction braking track. Permukaan jalan di jalur ini menggunakan aspal dan basalt tile untuk meniru kondisi jalanan yang sangat licin.
“Lintasan ini memiliki beberapa jenis permukaan jalan, seperti aspal dan basalt tile dengan koefisien gesek yang sangat rendah,” ujar Iman.
Sektor keselamatan penumpang turut diuji melalui fasilitas crash test atau uji tabrak. Di area ini, struktur bodi kendaraan dihantam untuk mengukur sejauh mana perlindungan yang diberikan kepada penumpang di dalam kabin.
Melalui prosedur uji tabrak ini, para teknisi dapat mengevaluasi efektivitas kerja sabuk pengaman, kantong udara (airbag), serta tingkat deformasi kabin. Data ini menjadi parameter utama dalam menentukan kelaikan jalan sebuah model kendaraan baru sebelum dipasarkan secara luas.