Injektor Mesin Diesel Commonrail Terancam Rusak Akibat Penggunaan Biosolar

Injektor Mesin Diesel Commonrail Terancam Rusak Akibat Penggunaan Biosolar

Pemilik mobil diesel modern menghadapi risiko teknis serius saat memutuskan untuk beralih menggunakan bahan bakar Biosolar. Fenomena penurunan spesifikasi bahan bakar ini sering kali dipicu oleh selisih harga yang signifikan dibandingkan varian Dexlite atau Pertamina Dex.

Dilansir dari Suara, harga Pertamina Dex yang mencapai Rp 23.900 dan Dexlite sebesar Rp 23.600 per liter memang cenderung lebih mahal. Namun, penghematan jangka pendek tersebut justru berpotensi memicu biaya perbaikan mesin yang jauh lebih besar di masa depan.

Komponen vital pada ruang bakar menjadi sasaran utama dampak buruk kualitas bahan bakar yang rendah. Bengkel spesialis diesel sering menemukan kerusakan fatal pada kendaraan yang terbiasa mengonsumsi bahan bakar bersubsidi tersebut.

Mobil diesel generasi terbaru umumnya telah mengadopsi teknologi commonrail yang sangat canggih namun sensitif terhadap kualitas BBM. Berdasarkan informasi dari Astra Daihatsu, sistem ini memerlukan bahan bakar yang sangat bersih agar dapat bekerja optimal.

Kandungan sulfur dalam Biosolar yang menyentuh angka 2.500 ppm menjadi ancaman nyata bagi kesehatan mesin. Kadar belerang yang sangat tinggi ini secara perlahan akan menggerogoti dan merusak komponen injektor kendaraan Anda.

Lubang injektor pada sistem commonrail memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga rentan tersumbat oleh kotoran. Penurunan kualitas bahan bakar akan mempercepat proses penyumbatan ini dan mengganggu distribusi bahan bakar ke ruang bakar.

Penurunan Performa dan Masalah Teknis

Selain masalah sulfur, performa mesin dipastikan akan menurun atau terasa lebih loyo saat menggunakan Biosolar. Hal ini disebabkan oleh nilai cetane Biosolar yang hanya berada di angka 48, sementara Pertamina Dex mencapai angka 51.

Selisih nilai cetane tersebut berdampak langsung pada efisiensi pembakaran di dalam mesin. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan menjadi tidak maksimal dan tarikan mobil akan terasa jauh lebih berat dari biasanya.

Masalah lain yang mengintai adalah munculnya endapan kotoran di dalam tangki bahan bakar, terutama jika mobil jarang digunakan. Kondisi ini membuat filter solar bekerja ekstra keras dan menjadi lebih cepat kotor sehingga memerlukan penggantian lebih rutin.

Pakar mesin otomotif memberikan peringatan tegas mengenai risiko penggunaan bahan bakar murah pada teknologi mesin modern.

"Kadar sulfur tinggi pada bahan bakar murah adalah musuh utama sistem commonrail."

Pemilik kendaraan diingatkan agar tidak terjebak dalam upaya penghematan yang justru berujung pada tagihan perbaikan atau turun mesin di bengkel.

Artikel terkait

Rekomendasi