Inovasi Kolam Renang Desa Sidomukti Purworejo Berhasil Dongkrak PAD

Inovasi Kolam Renang Desa Sidomukti Purworejo Berhasil Dongkrak PAD

Sebuah kolam renang sederhana di Desa Sidomukti, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, sukses menarik perhatian wisatawan dari luar daerah. Fasilitas yang berada di kawasan perbukitan ini kini menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi pemerintah desa setempat.

Seperti dikutip dari Detik Travel, infrastruktur hiburan murah meriah ini awalnya didirikan sebagai sarana olahraga sekaligus ruang beraktivitas yang aman bagi anak-anak. Meski ditujukan bagi anak-anak, kolam renang yang sejuk dan asri tersebut juga menarik minat pengunjung dewasa.

Kepala Desa Sidomukti, Imam Tobari, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan tempat pemandian ini muncul karena maraknya anak-anak yang bermain air di sungai yang berisiko bagi keselamatan.

"Ini dalam rangka mengakomodasi kebutuhan anak-anak untuk sarana olahraga sekaligus mengembangkan bakat mereka, khususnya di bidang renang. Dulu banyak yang bermain di kali dan itu membahayakan," kata Imam Tobari saat ditemui di lokasi Sabtu (16/5/2026).

Fasilitas ini menjadi jalan keluar untuk rekreasi sekaligus edukasi olahraga di wilayah pegunungan yang minim arena wisata. Jarak menuju kolam renang terdekat dari Desa Sidomukti sebelumnya bisa mencapai 20 kilometer.

"Sekarang kami sediakan tempat refreshing sekaligus olahraga untuk mengembangkan bakat anak-anak," ujarnya.

Imam Tobari memilih mendirikan kolam renang karena sarana tersebut dinilai sangat mendesak bagi warga desa, terutama anak-anak usia sekolah.

"Kalau wisata alam, desa kami memang tidak punya potensi air alami yang besar. Jadi kami harus membuat inovasi sendiri. Saya berpikir selama masih ada anak-anak sekolah, kolam renang pasti tetap diminati," katanya.

Pemerintah desa sengaja menetapkan biaya masuk yang sangat terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati arena rekreasi dan olahraga tersebut sejak dini.

"Untuk sementara tiket masuk hanya Rp5.000. Itu pun sebenarnya hanya untuk biaya operasional dan mengenalkan tempat ini kepada masyarakat," jelas Imam.

Walau dikonsep secara sederhana, antusiasme masyarakat terhitung tinggi. Pengunjung tidak hanya berasal dari warga lokal Desa Sidomukti, melainkan juga dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Wonosobo dan Magelang.

"Kebetulan wilayah kami berbatasan dengan Wonosobo dan Magelang. Jadi ada juga pengunjung dari luar kabupaten," ujarnya.

Anak-anak usia TK dan SD mendominasi kunjungan ke arena ini, khususnya saat akhir pekan serta masa libur sekolah. Kolam ini beroperasi mulai pukul 8 pagi hingga jam 5 sore.

Pengelolaan fasilitas air ini secara bertahap mulai mendatangkan profit bagi keuangan desa. Imam menyatakan bahwa pemasukan rutin dari kolam renang kini digunakan untuk menyokong berbagai kegiatan komunitas desa.

"Alhamdulillah, sekarang sudah bisa menyumbang PAD desa. Memang belum besar, tapi sedikit demi sedikit sudah ada pemasukan," katanya.

Pendapatan rata-rata dari pengelolaan objek wisata ini berkisar di angka Rp1 juta per bulan. Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai urusan administrasi desa dan program sosial kemasyarakatan.

"Kurang lebih sekitar Rp1 juta per bulan. Itu sangat membantu karena sebelumnya desa kami memang belum punya PAD," ungkap Imam.

Artikel terkait

Rekomendasi