PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) membagikan sejumlah teknik berkendara efisien atau eco driving yang dapat diterapkan oleh pengemudi kendaraan niaga. Penerapan pola mengemudi yang tepat dinilai menjadi faktor krusial untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menjaga performa armada tetap optimal.
Langkah ini menjadi salah satu strategi penting dalam menekan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional harian. Terlebih, kendaraan modern saat ini telah didukung oleh teknologi mesin diesel Common Rail yang membutuhkan penyesuaian gaya berkendara agar potensinya maksimal.
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, mengatakan bahwa kebiasaan berkendara yang efisien dapat membantu kendaraan bekerja lebih optimal, terutama untuk operasional harian kendaraan niaga, seperti dikutip dari Medcom.
Terdapat sembilan panduan teknis yang disarankan untuk diterapkan pada kendaraan diesel niaga guna mencapai efisiensi maksimal.
1. Menjaga Putaran Mesin Tetap Optimal
Pengemudi disarankan untuk menghindari over-revving. Mesin diesel pada truk memiliki tingkat efisiensi tertinggi di rentang torsi maksimalnya, bukan pada RPM yang tinggi. Oleh karena itu, perpindahan gigi harus dilakukan pada momen yang tepat sebelum putaran mesin naik terlalu tinggi.
2. Akselerasi Secara Halus
Penekanan pedal gas sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak agresif. Akselerasi mendadak atau menginjak pedal gas sedalam-dalamnya dapat memicu lonjakan konsumsi bahan bakar serta mempercepat keausan komponen vital seperti kopling dan ban.
3. Mengemudi Secara Antisipatif
Pengemudi harus selalu memantau kondisi jalan jauh ke depan dan tidak bertindak reaktif. Ketika melihat lampu merah atau potensi kemacetan di depan, pedal gas sebaiknya dilepas lebih awal agar kendaraan dapat melambat secara natural.
4. Memanfaatkan Engine Brake
Fungsi engine brake perlu dimanfaatkan untuk membantu proses deselerasi kendaraan. Metode ini tidak hanya mendukung penghematan solar, tetapi juga meringankan beban kerja rem utama sehingga mampu memperpanjang umur pakai kampas rem.
5. Mempertahankan Kecepatan Konstan
Menjaga kecepatan tetap stabil merupakan kunci utama dalam efisiensi berkendara. Kecepatan yang konstan membuat mesin bekerja secara stabil, sehingga proses pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar berlangsung lebih efisien.
6. Menghindari Idle Terlalu Lama
Membiarkan mesin menyala dalam posisi berhenti dalam waktu lama dinilai hanya akan membuang bahan bakar secara sia-sia. Jika kendaraan harus berhenti cukup lama atau lebih dari 10 menit, mesin sebaiknya segera dimatikan.
7. Memperhatikan Beban dan Distribusi Muatan
Muatan yang berlebih atau overload serta distribusi beban yang tidak merata akan memaksa mesin bekerja jauh lebih keras. Kondisi ini tidak hanya menurunkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memperburuk pengendalian kendaraan dan mengancam keselamatan.
8. Menjaga Tekanan Ban yang Ideal
Tekanan angin pada seluruh ban wajib dipastikan berada pada angka yang direkomendasikan oleh pabrik. Ban yang kekurangan tekanan angin akan memperberat guliran kendaraan, yang pada akhirnya memicu mesin untuk bekerja lebih keras.
9. Menggunakan Gigi Tinggi
Pengemudi disarankan untuk menggunakan gigi setinggi mungkin selama posisi tersebut masih berada dalam zona torsi optimal. Penggunaan gigi tinggi akan membuat RPM tetap rendah, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.