Sikapi Tekanan Rupiah, Jaecoo Indonesia Masih Tahan Harga Mobil

Sikapi Tekanan Rupiah, Jaecoo Indonesia Masih Tahan Harga Mobil

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 22 Mei 2026, mata uang rupiah berada di level Rp 17.673 per dollar AS. Sementara itu, kurs jual dollar di pasar perbankan sudah menyentuh angka Rp 17.700.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada berbagai sektor industri, termasuk otomotif. Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memicu lonjakan biaya impor untuk komponen maupun kendaraan utuh (CBU).

Meski menghadapi situasi ekonomi tersebut, Jaecoo Indonesia memastikan belum melakukan penyesuaian harga pada lini kendaraannya. Penegasan ini dilansir dari Otomotif terkait komitmen perusahaan yang tetap memantau pergerakan ekonomi.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohammad Ilham Pratama, menjelaskan bahwa manajemen telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi dinamika ekonomi yang fluktuatif. Pihaknya memiliki tim khusus yang ditugaskan untuk mengamati kondisi tersebut secara berkala.

“Intinya, dari manajemen kami, yaitu Jaecoo, sudah mempersiapkan dan terus memantau kondisi perekonomian di Indonesia. Kami juga memiliki tim yang memang memantau kondisi tersebut. Jadi, untuk saat ini harga masih tetap,” ujar Ilham.

Salah satu model kendaraan yang dipastikan masih dijual dengan nominal normal adalah Jaecoo J5. Sport utility vehicle (SUV) compact tersebut hingga saat ini belum mengalami kenaikan harga di pasar domestik.

“Misalnya untuk J5, saat ini masih di kisaran Rp 309 jutaan. Apakah nanti akan ada kenaikan atau penyesuaian, kami masih memantau. Sebab, yang kami lakukan saat ini memang terus memantau, dan sampai hari ini harganya masih seperti itu,” kata Ilham.

Kendati demikian, pihak perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyesuaian harga di masa mendatang. Langkah tersebut berpotensi diambil apabila depresiasi rupiah terus berlanjut dan stabilitas ekonomi semakin tidak menentu.

“Namun, untuk ke depannya seperti apa, tentunya dari manajemen pun sudah mempersiapkan,” ujarnya.

Manajemen Jaecoo Indonesia juga belum dapat memastikan batas waktu ketahanan harga lini produk mereka pada tingkat yang ada saat ini. Faktor pergerakan kurs rupiah yang fluktuatif menjadi variabel utama yang terus diperhatikan.

“Untuk berapa lama bisa bertahan kami belum tahu. Tentunya pergerakannya masih fluktuatif, dan nilai tukar rupiah juga akan menjadi perhatian kami,” kata Ilham.

Saat ini, pabrikan otomotif tersebut memasarkan beberapa pilihan model untuk konsumen di Indonesia. Produk Jaecoo J5 ditawarkan mulai dari Rp 309 juta, sedangkan model Jaecoo J7 dibanderol dengan harga mulai Rp 499 juta. Untuk varian tertinggi, Jaecoo J8 dipasarkan pada kisaran harga Rp 719 juta.

Artikel terkait

Rekomendasi