Konsumen Indonesia yang sebelumnya menggunakan kendaraan bermesin bensin kini mulai beralih melirik mobil listrik, sebuah tren yang dirasakan langsung oleh merek Jaecoo melalui penjualan unit Jaecoo J5 EV di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026).
Sebagian besar profil pembeli kendaraan listrik tersebut diketahui merupakan mantan pengguna mobil konvensional yang baru pertama kali berpindah ke teknologi elektrifikasi, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
“Jika Anda melihat wawancara dengan beberapa pelanggan kami, saya bisa katakan bahwa kebanyakan dari mereka berasal dari pengguna mobil berbahan bakar bensin (ICE), dan J5 EV adalah kendaraan listrik pertama mereka,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia di Jakarta Utara.
Jim Ma menambahkan bahwa pergeseran minat masyarakat menuju kendaraan bebas emisi belakangan ini didorong oleh beragam aspek pendukung, salah satunya dipicu oleh pos pengeluaran untuk bahan bakar minyak yang kian melambung.
“Namun, saya bisa katakan bahwa karena harga bensin atau alasan lainnya, semakin banyak orang yang tertarik pada kendaraan listrik (EV),” kata Jim Ma.
Spesifikasi yang diusung oleh Jaecoo J5 EV dinilai sangat akomodatif dalam memenuhi preferensi dan kebutuhan fungsional harian para konsumen di dalam negeri, khususnya bagi mereka yang mencari mobil di segmen SUV listrik.
Aspek proporsi dimensi, kelapangan area kabin, daya jelajah baterai, hingga jarak terendah ke tanah menjadi parameter utama yang membuat model ini merebut perhatian pasar domestik.
“Menurut saya, J5 saat ini adalah model yang paling populer dan paling cocok, terutama untuk pasar di Indonesia. Baik dari segi ukuran SUV atau ruang kabin, jarak tempuh, maupun ground clearance yang sangat sesuai untuk pasar lokal,” ujarnya.
Respons positif dari para pelanggan tersebut memantapkan langkah manajemen untuk mengeskalasi aktivitas edukasi dan penetrasi produk secara lebih masif kepada publik.
“Jadi, itulah alasan mengapa saya merasa perlu untuk melakukan pengenalan atau promosi lebih lanjut terkait produk ini. Kami melihatnya dari pasar, dan kami melihatnya dari kepuasan pelanggan kami,” kata Jim Ma.
Kendaraan sport utility vehicle ini dipasarkan dalam skema dua varian, di mana tipe standar dilepas dengan harga Rp 279,7 juta dan varian Premium dipatok sebesar Rp 309,9 juta.