Jaecoo Tingkatkan Kapasitas Produksi SUV Listrik di Indonesia

Jaecoo Tingkatkan Kapasitas Produksi SUV Listrik di Indonesia

Kapasitas produksi kendaraan listrik Jaecoo di Indonesia kini tengah ditingkatkan demi mempercepat distribusi kepada konsumen di pasar domestik. Langkah ini diambil menyusul lonjakan pengiriman model Jaecoo J5 EV yang dilaporkan telah menembus angka 16.000 unit dalam periode yang singkat, seperti dilansir dari Otomotif pada Minggu (24/5/2026).

Pertumbuhan permintaan yang signifikan ini memicu wacana mengenai potensi pendirian pabrik mandiri oleh pabrikan asal China tersebut. Saat ini, proses perakitan lokal seluruh lini kendaraan Jaecoo masih menumpang pada fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) bersama beberapa merek kompetitor seasalnya.

Pihak manajemen menyatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memangkas masa tunggu pemesanan konsumen yang rata-rata berkisar antara tiga hingga empat minggu. Penambahan volume produksi harian di fasilitas yang ada menjadi solusi jangka pendek yang paling rasional untuk diterapkan.

“Sekarang kami sudah mulai membangun kapasitas produksi. Hal ini dilakukan untuk memenuhi waktu pengiriman kepada pelanggan kami. Karena sejauh ini, menurut saya waktu tunggu (inden) J5 sekitar 3 atau 4 minggu,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia di Jakarta Utara.

Percepatan alur distribusi dipandang krusial agar unit kendaraan dapat segera sampai ke tangan pembeli tanpa hambatan waktu yang lama.

“Jadi, kami berupaya lebih cepat dalam periode waktu ini untuk segera menghadirkan produk tersebut kepada pelanggan kami,” kata Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

Peluang investasi untuk membangun infrastruktur manufaktur secara mandiri di masa depan tetap terbuka lebar bagi jenama di bawah naungan Chery Group ini. Kendati demikian, realisasi proyek pabrik tersebut sangat bergantung pada konsistensi pertumbuhan volume penjualan di pasar nasional.

“Ini juga menjadi topik besar bagi seluruh Chery Indonesia. Dan saya akan mengatakan, pada saat nanti ketika produksi dan permintaan, sudah mencapai angka tertentu, hal ini pasti akan terwujud,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

Hingga saat ini, manajemen belum bersedia membeberkan target volume penjualan spesifik yang menjadi batas minimal untuk memulai investasi pabrik baru. Di samping varian J5 EV, struktur pasar Jaecoo di Indonesia juga diperkuat oleh model plug-in hybrid lain seperti Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS.

Artikel terkait

Rekomendasi