Pemilik bengkel spesialis servis helm 1DS Inside menawarkan solusi penyesuaian ulang atau resize interior bagi pengendara yang merasa tidak nyaman saat mengenakan helm premium merek Eropa maupun Jepang. Dilansir dari Otomotif, langkah ini diambil untuk mengatasi masalah sakit atau tekanan di bagian kepala akibat perbedaan standar bentuk cetakan pabrikan.
Perbedaan anatomi kepala manusia menjadi alasan utama mengapa helm ukuran standar sering kali terasa pusing saat digunakan dalam durasi lama. Aditya Wahyu Nugroho, pemilik 1DS Inside, menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kontur kepala yang unik sementara produsen menggunakan cetakan yang seragam untuk pasar global.
"Bentuk kepala orang beda-beda, ada yang mungkin kepalanya sedikit menonjol di bagian tertentu sehingga terasa sakit saat pakai helm. Di situ kita kerjakan resize, opsinya bisa main di busa atau main di EPS," ujar Wahyu kepada Kompas.com belum lama ini.
Secara teknis, terdapat perbedaan karakteristik yang signifikan antara produk buatan Asia dan Eropa yang memengaruhi kenyamanan pengguna lokal. Helm asal Jepang atau Asia umumnya mengusung profil bulat (round), sedangkan merek Eropa lebih banyak menggunakan profil lonjong atau long oval yang kerap menekan area samping kepala pengendara Indonesia.
"Kalau helm Eropa rata-rata long oval, pas dibeli dan dipakai biasanya terasa sakit karena menekan area samping kepala. Jadi kita ubah posisi EPS-nya supaya lebih membulat," kata Wahyu.
Terkait aspek keselamatan, Wahyu memberikan penegasan bahwa modifikasi pada bagian pelindung dalam helm tersebut dilakukan secara terukur dan tidak mengurangi fungsi proteksi utama. Penyesuaian hanya dilakukan pada area spesifik yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan pengguna tanpa mengubah struktur peredam benturan secara keseluruhan.
"Safety menurut saya. Karena posisi yang kita ambil atau papas itu bukan EPS utama yang tebalnya 2,5 sampai 3 cm, tapi hanya bagian samping supaya lebih round," jelas Wahyu.
Mengenai rincian biaya, penyesuaian ini dipatok dengan harga yang bervariasi tergantung pada tingkat kerumitan pengerjaan komponen interior helm tersebut. Biaya paling ringan dikenakan untuk modifikasi pada bagian busa pipi, sementara biaya tertinggi diperuntukkan bagi pengerjaan mendalam pada bagian busa dan Expanded Polystyrene (EPS).
"Biayanya kisaran Rp 100.000-an kalau cuma main penyesuaian di cheek pad (busa pipi). Kalau sudah maksimal nambah busa atau pengerjaan EPS, paling mahal itu di kisaran Rp 350.000 sampai Rp 400.000," kata Wahyu.