Pemerintah Prefektur Ishikawa di Jepang bakal mengubah nama Bandara Noto Satoyama (NTQ) menjadi Bandara Noto Satoyama Pokemon With You mulai 7 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk merevitalisasi wilayah Semenanjung Noto yang sempat dilanda gempa bumi dan hujan lebat pada awal tahun 2024.
Perubahan nama bandara bertema Pokemon pertama di dunia ini dijadwalkan berlaku selama tiga tahun hingga 30 September 2029, sebagaimana dilansir dari Detik Travel yang mengutip The Straits Times pada Rabu (20/5/2026). Bandara tersebut melayani penerbangan eksklusif dari dan menuju Bandara Internasional Tokyo Haneda.
Fasilitas penerbangan ini nantinya menampilkan 111 karakter Pokemon yang tersebar di total empat lantai bangunan. Berdasarkan laporan Euro News, area lobi kedatangan lantai pertama akan dihiasi mural bertema alam dengan judul "Masa Depan yang Cerah", sementara pilar luar luar bangunan didekorasi untuk membangun suasana perjalanan yang menyenangkan.
Dekorasi karakter monster saku ini juga diterapkan pada dinding lantai dua dan papan petunjuk informasi bandara, lengkap dengan gerai yang menyediakan suvenir eksklusif. Selain fasilitas bandara, dua unit bus ekspres dan bus wisata bertema serupa juga disiapkan untuk menghubungkan Stasiun Kanazawa, bandara, serta Kota Wajima mulai pertengahan Juli 2026.
Otoritas setempat menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mengembalikan keceriaan anak-anak di daerah terdampak bencana melalui pembaruan tema hingga logo bandara. Usulan nama baru tersebut telah diajukan sejak April 2025 oleh Yayasan Pokemon With You, sebuah lembaga kontribusi sosial yang didirikan oleh karyawan The Pokemon Co.
"Saya ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak di Noto dan membangkitkan semangat mereka sebanyak mungkin," kata Gubernur Ishikawa, Yukiyoshi Yamano.
Sebelumnya, infrastruktur di wilayah Semenanjung Noto mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi dan cuaca buruk tepat pada Tahun Baru 2024 yang memakan korban jiwa serta luka-luka. Adapun nama asli bandara di kota Wajima ini menggunakan kata "satoyama" yang merepresentasikan konsep ekosistem pedesaan, ladang, dan hutan kelolaan masyarakat lokal.