Jetour Perkenalkan Teknologi Hybrid iDM Adaptif di Indonesia

Jetour Perkenalkan Teknologi Hybrid iDM Adaptif di Indonesia

Jetour T1 i-DM resmi diperkenalkan untuk pasar otomotif Indonesia dengan membawa inovasi baru. Dilansir dari Detik Oto, kendaraan ini memperkenalkan teknologi Intelligent Dual Mode atau i-DM kepada masyarakat.

Sistem canggih ini mengintegrasikan mesin bensin dan motor listrik dalam satu kesatuan hybrid adaptif. Pengoperasiannya dapat berjalan secara otomatis untuk menyesuaikan dengan berbagai situasi di perjalanan.

Kinerja optimal dari teknologi ini ditopang oleh tiga perangkat esensial yang saling terhubung. Komponen tersebut meliputi mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP 18,4 kWh.

Mesin Acteco 1.5 TGDI generasi terbaru dirancang khusus untuk kebutuhan kendaraan hybrid. Jantung mekanis ini mampu menyemburkan tenaga 136 PS dan torsi puncak sebesar 220 Nm.

Dapur pacu tersebut disandingkan dengan motor listrik berkekuatan 204 PS serta torsi mencapai 310 Nm. Kombinasi ini menghasilkan efisiensi termal hingga 44,5 persen yang diklaim tertinggi di kelasnya.

Daya Tahan dan Kapasitas Baterai

Sektor penyimpanan daya didukung oleh baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh yang sudah mengantongi sertifikasi IP68. Fitur ini memastikan komponen aman dari paparan air dan debu dalam berbagai cuaca.

Baterai ini juga telah mendukung sistem pengisian daya cepat DC fast charging. Pengisian dari daya 30 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu selama 27 menit.

Melalui integrasi ketiga komponen utama tersebut, Jetour T1 i-DM dapat melaju menggunakan mode listrik murni. Jarak tempuhnya diklaim mampu mencapai 100 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTC.

Skenario Berkendara Otomatis

Sistem cerdas i-DM pada Jetour T1 bekerja secara adaptif melalui beberapa skenario perjalanan. Pengemudi dapat memilih mode Pure EV drive saat melintasi area perkotaan yang padat dengan kecepatan di bawah 70 km/jam.

Mode Intelligent Hybrid akan mengambil alih secara otomatis dengan membaca kondisi jalan, kecepatan, dan kebutuhan tenaga. Jika daya baterai merosot di bawah 20 persen, maka mode Series Drive akan aktif.

Saat kendaraan membutuhkan akselerasi instan, sistem akan mengaktifkan Parallel Drive yang mengombinasikan kerja mesin bensin dan baterai secara bersamaan.

Ketika mobil dipacu di atas kecepatan 100 km/jam, sistem mengutamakan Direct Engine Drive yang digerakkan oleh Internal Combustion Engine (ICE). Pengisian daya juga ditunjang oleh Energy Recovery lewat mekanisme regenerative braking.

Artikel terkait

Rekomendasi