Pasar otomotif tanah air kedatangan penantang baru di segmen SUV. Seperti dilansir dari Moladin, JETOUR secara resmi memperkenalkan JETOUR T1 yang dibekali dengan dua opsi dapur pacu berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi calon konsumen yang menginginkan kendaraan utilitas sport modern. Walau memiliki rancangan eksterior yang sekilas identik, kedua tipe ini menyimpan perbedaan fundamental dari aspek penggerak, kelengkapan fitur, hingga banderol harga.
Sektor performa menjadi pembeda paling kentara antara kedua varian. JETOUR T1 i-DM mengadopsi skema Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Sistem ini memadukan mesin pembakaran internal dengan motor listrik yang disokong baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP).
Penyaluran tenaga varian hybrid ini mengandalkan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Integrasi tersebut menghasilkan daya mesin bensin sebesar 136 PS pada 5.200 rpm dengan torsi 220 Nm pada 2.500 rpm, ditambah dorongan motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Kombinasi ini diklaim mampu menjelajah hingga 1.200 km saat tangki dan baterai terisi penuh.
Sementara itu, JETOUR T1 ICE mengandalkan mesin turbo TGDI 1.500 cc murni tanpa bantuan motor elektrik. Dapur pacu konvensional ini menyemburkan tenaga maksimum 170 PS pada 5.500 rpm serta torsi puncak mencapai 270 Nm yang didapat pada rentang 2.000-3.500 rpm.
Detail Eksterior dan Interior
Identitas visual kedua mobil dirancang berbeda pada beberapa komponen. Wajah depan JETOUR T1 i-DM tampak futuristis berkat penyematan LED strip pada bagian grille. Di sisi lain, tipe ICE mengusung gaya logo konvensional yang menyerupai karakter kepunyaan JETOUR T2.
Perbedaan luar lainnya mencakup corak pelek roda yang dibuat berbeda. Pada bodi tipe i-DM juga tersemat emblem penanda PHEV serta sebuah lubang pengisian daya listrik baterai yang absen pada varian bensin konvensional.
Beralih ke area kabin, varian mesin bensin menawarkan sensasi berkendara sporty lewat kehadiran komponen paddle shift. Karakteristik pengendalian tipe ini juga terasa lebih akrab bagi pengendara mobil konvensional.
Sebaliknya, JETOUR T1 i-DM menonjolkan aspek kemewahan di dalam kabin. Tipe hybrid ini dilengkapi dengan layar head unit berukuran lebih lapang, atap panoramic sunroof, sistem elektrifikasi mutakhir, serta ketersediaan mode berkendara yang murni memanfaatkan tenaga listrik.
Perbandingan Harga Jual
Kesenangan berkendara dan kecanggihan teknologi yang ditawarkan memengaruhi positioning harga kedua kendaraan ini. Terdapat selisih nominal yang cukup berjarak di antara kedua model.
| Varian Mobil | Harga Reguler | Harga Spesial (500 Konsumen Pertama) |
|---|---|---|
| JETOUR T1 ICE | Rp408.000.000 | Rp388.000.000 |
| JETOUR T1 i-DM (PHEV) | Rp588.000.000 | Rp538.000.000 |
Konsumen yang memprioritaskan efisiensi bahan bakar jangka panjang serta fitur kabin premium dapat melirik model i-DM. Namun, bagi pengguna yang menyukai kesederhanaan perawatan mesin turbo konvensional dengan harga lebih ekonomis, tipe ICE menawarkan value yang tidak kalah bersaing.