Joan Mir Kehilangan Podium MotoGP Catalunya Akibat Penalti Tekanan Ban

Joan Mir Kehilangan Podium MotoGP Catalunya Akibat Penalti Tekanan Ban

Pebalap Honda HRC Joan Mir harus menerima kenyataan pahit setelah hasil podiumnya pada balapan MotoGP Catalunya dibatalkan. Keputusan ini diambil menyusul sanksi terkait regulasi batas minimum tekanan ban.

Seperti dikutip dari Otomotif, Joan Mir sebenarnya berhasil mengamankan posisi kedua dalam balapan penuh drama di Sirkuit Barcelona tersebut. Balapan itu sendiri sempat dihentikan dua kali akibat insiden kecelakaan besar yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco.

Dalam jalannya kompetisi, Joan Mir tampil kompetitif dan menyentuh garis finis di belakang Fabio Di Giannantonio yang meraih kemenangan perdana musim ini. Pebalap asal Spanyol itu juga sukses menyudahi balapan di depan Fermin Aldeguer.

Namun, perayaan podium Joan Mir tidak bertahan lama setelah pihak penyelenggara menjatuhkan penalti karena tekanan ban Michelin pada motornya berada di bawah batas minimum. Saat mengikuti tes resmi di sirkuit yang sama pada Senin, mantan juara dunia MotoGP 2020 itu akhirnya memberikan pernyataan terbuka mengenai sanksi tersebut.

“Saya merasa podium itu milik saya. Saya mengerti aturan dari Michelin, tapi dengan dua kali restart dan prosedur start cepat, tidak mudah menjaga tekanan ban tetap ideal. Ini harus jadi perhatian ke depannya, karena tidak normal kalau ada enam pebalap sampai diinvestigasi,” ujar Mir.

Joan Mir menilai bahwa sanksi pembatalan podium tersebut terlampau berat jika melihat durasi balapan yang telah dipangkas.

“Penalti ini terasa konyol. Saya tidak mendapatkan keuntungan apa pun, tapi hukumannya terlalu besar. Kami mendapat penalti maksimum seperti balapan penuh, padahal race hanya berlangsung 12 lap. Tapi ya, ini aturannya dan kami harus menerimanya,” kata Mir.

Selain mempersoalkan masalah ban, pebalap bernomor kompetisi 36 ini juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan di Sirkuit Barcelona pascakecelakaan Alex Marquez dan Johann Zarco. Dirinya membenarkan kritik yang sebelumnya dilayangkan oleh pebalap lain seperti Francesco Bagnaia dan Luca Marini terhadap kinerja Komisi Keselamatan MotoGP.

“Apa yang dikatakan Pecco dan Luca itu benar. Kami memang jarang datang ke Komisi Keselamatan. Kami sudah membicarakan banyak hal, tapi sering kali tidak didengarkan. Akibatnya pebalap jadi kehilangan kepercayaan,” ujar Mir.

Kendati demikian, Joan Mir mengakui adanya kelalaian dari pihak pebalap sendiri yang kurang gigih dalam menyampaikan aspirasi mereka.

“Tapi ini juga kesalahan kami karena tidak cukup keras menyuarakan pendapat. Mulai sekarang saya akan berusaha hadir di pertemuan Komisi Keselamatan. Itu satu-satunya momen di mana kami bisa bersatu dan menyuarakan kepentingan pebalap,” lanjutnya.

Joan Mir kemudian memberikan evaluasi teknis mengenai tata letak lintasan, khususnya area setelah garis start yang dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.

“Secara umum, jarak menuju tikungan pertama harus dibuat lebih pendek. Mau masuk tikungan dalam gigi lima atau tiga, pertunjukannya tetap sama. Selain itu, aspal di sirkuit ini juga sudah cukup aus. Ditambah suhu dingin akhir pekan kemarin, jadi banyak pebalap terjatuh,” kata Mir.

Artikel terkait

Rekomendasi