Pembalap Repsol Honda, Joan Mir, secara terbuka mengonfirmasi bakal menyudahi kerja samanya dengan pabrikan asal Jepang tersebut pada akhir musim MotoGP 2026. Kepastian untuk angkat kaki dari Honda Racing Corporation (HRC) tersebut diungkapkan Mir di sela-sela akhir pekan balap MotoGP Catalunya pada pertengahan Mei 2026.
Keputusan besar juara dunia MotoGP 2020 ini diambil setelah melakukan evaluasi panjang terhadap performa tim yang terus menurun. Langkah tersebut menjadi komitmen pribadi Mir yang momentumnya mantap diambil saat melakoni balapan kandang di Sirkuit Jerez pada April lalu.
Dilansir dari Crash.net, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa ketidakstabilan pengembangan motor Honda yang tidak mampu bersaing dengan rival utama menjadi pemicu hilangnya rasa percaya diri pembalap.
"Tentu saja saya tahu kemampuan saya dalam hal mengendarai motor dan saya tahu apa yang bisa saya lakukan dengan motor ini," ujar Joan Mir, pembalap Repsol Honda.
Dirinya menambahkan bahwa keputusan meninggalkan Honda sudah bulat demi mencari perubahan agar bisa kembali kompetitif di papan atas.
"Di Jerez saya memutuskan bahwa saya ingin pindah dari sini (Honda) dan sebentar lagi kalian akan tahu ke mana saya akan pergi," kata Joan Mir, pembalap Repsol Honda.
Setelah evaluasi mendalam mengenai arah pengembangan motor dan peluang kompetitif di masa depan, sang pembalap merasa perlu mengambil langkah tegas.
"Saya membuat keputusan itu cukup awal. Saya merasa perlu perubahan." ujar Joan Mir, pembalap Repsol Honda.
Kepergian Joan Mir mempertegas krisis internal di kubu HRC yang sedang berjuang membangun ulang daya saing setelah sebelumnya kehilangan beberapa pembalap kunci termasuk Marc Marquez. Di sisi lain, paddock MotoGP juga sempat diramaikan rumor merapatnya Fabio Quartararo ke HRC mulai musim 2027 serta ketertarikan pada pembalap muda David Alonso, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.