Kemenangan emosional berhasil diraih Jorge Martin pada ajang MotoGP Perancis 2026. Pebalap asal Spanyol tersebut sukses mengamankan podium tertinggi setelah melewati masa penantian panjang sejak terakhir kali menang di Sirkuit Mandalika pada MotoGP Indonesia 2024.
Dilansir dari Otomotif, Martin yang kini membela tim Aprilia Racing tampil sangat impresif di Sirkuit Le Mans. Ia berhasil mengungguli rekan satu timnya sendiri, Marco Bezzecchi, dalam persaingan sengit menuju garis finis.
Keberhasilan ini dianggap sangat istimewa mengingat perjalanan sulit Martin di musim 2025. Sepanjang tahun lalu, performa sang pebalap sempat merosot tajam akibat cedera panjang yang mengharuskannya menjalani masa pemulihan berat.
Pebalap yang lahir di Madrid pada 29 Januari 1998 ini dikenal memiliki gaya balap paling agresif di grid MotoGP modern. Martin memulai perjalanannya dari kompetisi minimoto sebelum menembus Red Bull Rookies Cup dan FIM CEV Moto3 Junior Championship.
Publik mulai mengenal namanya saat ia mengunci gelar juara dunia Moto3 pada musim 2018 bersama Gresini Racing. Menggunakan Honda NSF250RW, Martin saat itu sangat dominan dan sulit dikalahkan dalam perebutan posisi start terdepan atau pole position.
Langkah kariernya berlanjut ke kelas Moto2 pada 2019 dengan memperkuat KTM Ajo Motorsport. Di atas motor Kalex-KTM, ia berkembang pesat menjadi pebalap papan atas hingga akhirnya mendapatkan tiket promosi ke kelas premier MotoGP pada tahun 2021.
Dominasi di MotoGP dan Masa Sulit di Aprilia
Saat memulai debut di kelas tertinggi, Martin bergabung dengan Pramac Racing menggunakan Ducati Desmosedici. Bersama pabrikan asal Italia itu, ia menjadi salah satu rider tercepat, khususnya dalam sesi sprint race dan kualifikasi.
Puncak prestasinya tercapai pada musim 2024 ketika ia dinobatkan sebagai juara dunia MotoGP. Gelar tersebut diraih setelah melakoni persaingan ketat yang menguras energi melawan pebalap tangguh, Francesco Bagnaia.
Namun, kepindahannya ke Aprilia Racing pada 2025 membawa tantangan baru yang tidak mudah. Cedera fisik yang dialaminya membuat Martin kesulitan bersaing di barisan depan selama setahun penuh sebelum akhirnya bangkit musim ini.
Dalam balapan di Le Mans baru-baru ini, Martin membuktikan kualitasnya dengan memacu Aprilia RS-GP versi terbaru. Ia sanggup mempertahankan ritme balap yang solid sejak putaran awal dan meredam seluruh tekanan dari Marco Bezzecchi.