PT Railink mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat menjelang libur panjang Idul Adha 2026 dengan meningkatkan kapasitas angkutan. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran konektivitas menuju dan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Dikutip dari Detik Travel, penyediaan puluhan ribu kursi ini disiapkan untuk periode keberangkatan mulai Kamis, 27 Mei 2026, hingga Senin, 1 Juni 2026. Upaya tersebut ditujukan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi masyarakat yang memanfaatkan momen libur akhir pekan yang panjang.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional selama masa high season ini.
"Dalam menyambut libur Idul Adha, KAI Bandara telah menyiapkan kapasitas angkut sebanyak 84.112 seat di wilayah Yogyakarta untuk mendukung mobilitas masyarakat yang terus meningkat," kata Porwanto dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
Selain menambah kapasitas tampung, penyedia layanan transportasi ini juga memperkenalkan opsi tiket Flexi sebagai bentuk peningkatan pelayanan. Fasilitas ini dirancang khusus bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih selama berada di area stasiun.
"Kami juga menghadirkan layanan tiket Flexi sebagai upgrade pengalaman perjalanan yang lebih eksklusif dan nyaman bagi pelanggan," ujar Porwanto.
Melalui kepemilikan tiket Flexi, pengguna jasa dapat menikmati akses masuk ke ruang tunggu VIP dengan penawaran harga khusus. Calon penumpang bisa memesan jenis tiket ini secara langsung di Public Information Desk yang berada di Stasiun KA Bandara YIA.
Kebijakan penambahan kapasitas ini berkaca pada tingginya animo masyarakat pada masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung dari Rabu, 13 Mei 2026, sampai Minggu, 17 Mei 2026. Sepanjang periode tersebut, wilayah Yogyakarta mencatatkan angka keterisian yang cukup tinggi.
Tercatat sebanyak 37.729 orang menggunakan jasa angkutan KA Bandara YIA serta layanan premium YIA Xpress. Angka tersebut menjadi parameter penting bagi perusahaan mengenai tingginya kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman dan tepat waktu.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan diimbau untuk memesan tiket lebih awal agar terhindar dari kehabisan kuota kursi. Penggunaan kereta bandara sangat disarankan sebagai opsi mobilisasi yang efisien dan bebas macet menuju bandara.
Faktor keselamatan dan keamanan barang bawaan juga menjadi poin penting yang ditekankan kepada para penumpang selama di perjalanan. Pengelola stasiun telah menyediakan sistem lost and found apabila terdapat barang milik penumpang tertinggal yang ditemukan oleh petugas di area kereta maupun stasiun.
Guna menghindari keterlambatan penerbangan, para calon penumpang pesawat disarankan untuk tiba di bandara lebih awal. Waktu kedatangan ideal yang direkomendasikan adalah tiga jam sebelum jadwal keberangkatan internasional dan dua jam sebelum jadwal keberangkatan domestik.