Adopsi kendaraan komersial listrik di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan di tengah percepatan ekosistem transportasi ramah lingkungan. Masalah ini menjadi perhatian penting bagi Kalista selaku perusahaan penyedia transportasi dan teknologi nasional, seperti dilansir dari Otomotif pada Rabu (20/5/2026).
Perusahaan yang berfokus pada pembangunan ekosistem kendaraan komersial listrik ini sebenarnya telah menawarkan model bisnis Fleet-as-a-Service (FaaS) atau penyewaan. Langkah tersebut diambil guna meringankan beban para operator transportasi di tanah air.
Kendati demikian, Direktur Utama Kalista Group Albert Aulia Ilyas menjelaskan bahwa terdapat enam poin krusial yang masih mengganjal perkembangan sektor kendaraan komersial bertenaga setrum tersebut.
"Untuk transisi kendaraan listrik, terutama di komersial, kami melihat ada enam hal yang menjadi tantangan. Pertama produk spesifikasi atau flip-nya, kedua teknologinya, ketiga after sales dan maintenance-nya, keempat infrastrukturnya, kelima garansinya, dan terakhir mungkin inisial capex-nya," katanya pada acara diskusi bersama media, Rabu (20/5/2026).
Penjelasan mengenai enam hambatan tersebut dijadikan landasan oleh pihak perusahaan untuk menghadirkan solusi menyeluruh. Kalista berupaya memfasilitasi solusi end-to-end agar transisi kendaraan komersial listrik dapat berjalan lebih cepat.
Di sisi lain, kolaborasi strategis terus dibangun di sektor ini, termasuk langkah Foton Indonesia yang menggelar customer gathering dan product introduction di Surabaya sekaligus menandatangani kerjasama strategis dengan Kalista. Albert mengaku tetap optimistis terhadap pertumbuhan sektor ini di masa depan.
Sikap optimistis tersebut didasari oleh perkembangan pasar yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi empat tahun lalu, di mana penetrasi kendaraan komersial bertenaga listrik saat itu masih berada di bawah angka 1 persen. Pada tahun ini, tantangan-tantangan tersebut dinilai mulai menemukan titik terang melalui kehadiran teknologi baru, ketersediaan variasi produk, dan harga yang semakin kompetitif.
"Sebagai pelaku bisnis, mungkin ini sudah saat kita melihat kendaraan listrik menjadi salah satu opsi untuk bisa bagaimana menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Kalau dulu masih dibilang belum teruji, masih lebih mahal. Kalau sekarang sudah mulai berubah," katanya.