Saudi Arabia Railways (SAR) melakukan langkah signifikan dengan menyediakan lebih dari 2,2 juta kursi Kereta Cepat Haramain untuk mendukung kelancaran transportasi selama musim haji 1447 H atau tahun 2026 M.
Penyediaan kapasitas besar ini, sebagaimana dikutip dari Detikcom, mengalami kenaikan sekitar 210.000 kursi jika dibandingkan dengan operasional pada musim haji tahun 2025 yang lalu.
Langkah penambahan kursi tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi lonjakan pergerakan jemaah haji yang menghubungkan beberapa titik penting seperti Makkah, Jeddah, dan Madinah.
Jalur transportasi modern ini mencakup rute strategis mulai dari Bandara Internasional King Abdulaziz hingga King Abdullah Economic City guna memastikan mobilitas jemaah tetap efisien.
Selama periode musim haji 2026, diperkirakan akan ada lebih dari 5.300 perjalanan yang dioperasikan untuk melayani kebutuhan transportasi para tamu Allah di tanah suci.
Operasional tersebut diperkuat dengan keberadaan 35 rangkaian kereta listrik modern, di mana setiap rangkaian memiliki kapasitas angkut mencapai 417 penumpang dalam satu kali jalan.
Keunggulan utama moda transportasi ini terletak pada kecepatannya yang mampu menembus 300 km/jam saat melintasi jalur sepanjang 453 kilometer di wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji mereka.
Kereta Cepat Haramain sendiri telah melayani publik sejak Oktober 2018 dan terus beroperasi sepanjang tahun bagi peziarah, wisatawan, maupun komuter reguler di wilayah tersebut.
Selain penguatan infrastruktur fisik, pemerintah Arab Saudi juga memperkenalkan kemudahan mobilitas melalui penerapan identitas digital pengunjung atau ID digital bagi para jemaah.
Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menjelaskan bahwa ID digital ini berfungsi sebagai dokumen resmi yang diakui sehingga jemaah tidak perlu membawa paspor fisik saat bepergian.
Dokumen praktis ini dapat diakses melalui platform Absher milik Kementerian Dalam Negeri Saudi untuk memudahkan pemeriksaan identitas di berbagai lokasi kunjungan dalam negeri.
Inovasi digital ini dirancang agar pergerakan jemaah antar kota menjadi lebih praktis dan aman dibandingkan dengan penggunaan paspor fisik yang berisiko hilang atau rusak selama perjalanan.