Kawasan Kuliner Blok M Diserbu Pengunjung Saat Libur Panjang

Kawasan Kuliner Blok M Diserbu Pengunjung Saat Libur Panjang

Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dipadati oleh lautan manusia yang berburu kuliner pada momen libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Minggu (17/5/2026). Berdasarkan pengamatan di lokasi pada pukul 12.00 WIB seperti dilansir dari Megapolitan, kepadatan di pusat skena Jakarta Selatan ini semakin memuncak menjelang jam makan siang.

Area pedestrian langsung diramaikan oleh antrean pengunjung yang mengular tertib di depan sejumlah gerai estetik, seperti O DONUT dengan papan nama Fresh Donut Daily, House of Ninette, dan Hoomie Dough. Suasana riuh juga bergeser ke arah area makanan berat yang dipenuhi aroma gurih dari kepulan asap dapur gerai kuliner.

Dentingan sendok, garpu, dan piring porselen terdengar bersahut-sahutan di tengah obrolan ratusan orang. Aroma olahan nasi goreng di wajan besar, ayam goreng, kaldu sop buntut panas, hingga panggangan daging steak berbaur menjadi satu, sementara stan camilan manis seperti mochi jepang juga ramai dikerubuti pembeli.

Di tengah barisan antrean trotoar, seorang karyawan swasta asal Jakarta Barat, Amanda (24), tampak sibuk mengipasi diri dengan brosur kertas sambil sesekali memeriksa jam tangannya. Ia harus rela berdiri di barisan paling belakang yang hampir menyentuh tanaman hias pembatas jalan karena gelombang pengunjung lain telah tiba lebih dulu.

"Sampai sini jam 11-an pikirnya belum terlalu ramai karena belum jam makan siang, ternyata zonk. Ekor antreannya sudah panjang banget," kata Amanda kepada Kompas.com saat ditemui, Minggu.

Perjuangan menembus cuaca terik siang hari tetap dilakoni Amanda demi menjawab rasa penasaran terhadap menu roti yang sedang viral di media sosial. Visual mentega lumer yang sering melintas di linimasa internet membuatnya rela memanfaatkan hari libur untuk membuktikan kualitas rasa hidangan tersebut.

"Penasaran banget sama saltbread-nya yang katanya menteganya lumer. Jadi ya sudahlah, mumpung hari Minggu sekalian war antrean aja," ucap dia.

Setelah mengantre hampir 40 menit, barisan Amanda perlahan bergerak maju mendekati pintu kaca gerai. Senyumnya mulai mengembang saat aroma panggangan roti mulai tercium dari luar, dan ia menilai keriuhan ini merupakan risiko wajib saat berburu kuliner di Blok M kala hari libur.

"Anggap saja ini perjuangan demi validasi lidah sendiri, beneran enak atau cuma menang viral di TikTok doang," tutur Amanda.

Aksi Rebutan Meja di Songkran Food Festival

Pemandangan kontras terlihat di area selasar Blok M Square yang sedang menyelenggarakan Songkran Food Festival. Di lokasi ini, situasi riuh berpindah menjadi aksi perebutan meja makan kosong yang dilakukan oleh para pengunjung.

Seorang warga Jakarta Selatan, Radit (35), yang datang bersama istri dan anaknya yang masih balita, tampak berdiri waspada di sudut lorong. Pandangannya bergerak cepat menyisir setiap sudut meja panjang yang disediakan oleh pihak panitia festival.

"Kalau bawa anak kecil ke tempat ramai begini memang mesti ekstra sabar dan taktiknya harus pas," ucap dia.

Radit dan istrinya menerapkan siasat berbagi tugas agar bisa segera menyantap hidangan tanpa harus telantar lama. Saat sang istri mengitari stan untuk memesan makanan, Radit mengambil peran krusial menjaga wilayah dengan mengamati gerak-gerik pengunjung yang makanannya sudah hampir habis.

"Saya harus pinter-pinter ngeliat meja mana yang mau kosong biar enggak keduluan yang lain," ucap dia.

Strategi tersebut membuahkan hasil setelah sebuah keluarga menyudahi makan siang mereka dan menyerahkan kursi kosong kepada Radit. Rasa lelah berdiri sambil menggendong anak seketika sirna begitu piring-piring makanan seperti steak dan nasi goreng tiba di meja.

Setelah makan, Radit tidak langsung pulang melainkan berencana membawa keluarganya menjelajahi area bawah tanah Blok M Square.

"Habis makan ini rencana mau turun ke bawah, ke basement. Mau ajak anak istri nyari-nyari buku lawas sama hunting kaset pita buat nostalgia zaman sekolah dulu," tutur Radit.

Wajah Baru Blok M yang Memikat Pengunjung

Atmosfer unik dan penuh energi menjadi alasan utama kawasan Blok M tetap memikat hati masyarakat luas. Hal ini diakui oleh Citra (29), warga Tangerang yang sedang mengantre di depan stan kuliner bersama teman-temannya.

Sebagai orang yang pernah menghabiskan masa mudanya di sekitar area ini, Citra melihat adanya transformasi visual dan penataan kawasan yang signifikan. Perubahan tersebut menjadi alasan utama dirinya selalu rindu untuk berkunjung kembali.

"Blok M yang sekarang itu beda banget sama dulu, jauh lebih tertata bersih dan vibes-nya anak muda banget," tutur Citra.

Kepadatan pada Minggu siang tersebut dinilainya sebagai bukti keberhasilan strategi peremajaan kawasan. Blok M kini telah menjelma menjadi magnet utama pusat gaya hidup baru di Jakarta Selatan, bahkan kepadatan manusia sudah terasa sejak dari tangga stasiun Moda Raya Terpadu (MRT).

"Tiap akhir pekan rasanya magnet kawasan ini kuat banget. Tadi pas keluar stasiun MRT aja jalannya sudah harus selap-selip karena padat," kata dia.

Meski harus menguras energi ekstra untuk berpindah titik, Citra tetap menikmati dinamika kota yang terasa sangat hidup. Sembari menenteng pesanan mochi dan es kopi, ia bersama kelompoknya bersiap melanjutkan agenda nongkrong hingga petang hari.

"Kita rencana nongkrong terus di sini sampai maghrib. Habis itu mau geser ke Taman Literasi Martha Tiahahu, mau lihat pertunjukan musik siapa tahu ada live music seru di sana," ujar dia.

Artikel terkait

Rekomendasi