Kebakaran Hanguskan 20 Mobil Listrik Geely Galaxy A7 di China Akibat Bersih-Bersih Pakai Api

Kebakaran Hanguskan 20 Mobil Listrik Geely Galaxy A7 di China Akibat Bersih-Bersih Pakai Api

Insiden tragis melanda kawasan Gangjingzi District, Dalian, China, ketika 20 unit mobil energi baru yang diduga kuat sebagai model Geely Galaxy A7 hangus terbakar di sebuah area parkir. Peristiwa yang terjadi pada 30 Mei tersebut dipicu oleh tindakan seorang warga yang membakar bulu pohon poplar dengan tujuan membersihkan lingkungan sekitar.

Seperti dilansir dari Detik Oto yang mengutip laporan Car News China, kobaran api terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan asap tebal membubung tinggi dari deretan sedan yang dilalap api. Petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah, dan beruntung tidak ada laporan mengenai korban luka dalam kejadian ini.

Hasil penyelidikan pihak berwenang mengungkapkan bahwa bencana ini bermula dari ulah seorang pria bermarga Wang yang menggunakan korek api untuk membakar tumpukan bulu pohon poplar. Wang berniat membersihkan area tersebut, namun embusan angin kencang yang datang tiba-tiba membuat api menyebar dengan sangat cepat.

Api yang tidak terkendali itu kemudian merembet dan langsung melalap puluhan mobil yang tengah diparkir di dekat tempat kejadian perkara. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa 20 armada yang terbakar merupakan mobil energi baru yang sedang dalam proses menunggu pengiriman ke konsumen.

Identifikasi Kendaraan dan Larangan Penggunaan Api

Meskipun otoritas setempat tidak merilis secara mendetail mengenai merek kendaraan yang menjadi korban, dokumentasi foto yang beredar menunjukkan ciri fisik yang sangat identik dengan Geely Galaxy A7 yang baru saja diluncurkan. Karakteristik bodi, desain lampu yang khas, serta detail eksterior lainnya memperkuat dugaan tersebut.

Fenomena menumpuknya serat dan bulu pohon poplar merupakan hal yang lumrah di wilayah utara China ketika memasuki akhir musim semi dan awal musim panas. Material kering ini kerap berkumpul di jalan raya serta area parkir, menciptakan risiko kebakaran yang sangat tinggi.

Pemerintah China sendiri secara rutin telah mengeluarkan larangan keras terhadap penggunaan api untuk membersihkan serat poplar tersebut. Warga diimbau untuk hanya menerapkan metode aman seperti penyiraman air atau penyapuan, mengingat serat kering poplar sangat rentan memicu kebakaran besar dalam waktu singkat, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin. Saat ini, Wang telah ditahan atas dugaan tindak pidana sementara polisi masih melanjutkan penyelidikan kasus ini.

Artikel terkait

Rekomendasi